Ini Penjelasan LIPI, Bagaimana Jamur Enoki Tercemar Bakteri

Ini Penjelasan LIPI, Bagaimana Jamur Enoki Tercemar Bakteri

Ahmad
2020-06-28 13:30:41
Ini Penjelasan LIPI, Bagaimana Jamur Enoki Tercemar Bakteri
Menurut peneliti mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Iwan Saskiawan, kemungkinan kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes terjadi saat proses pengepakan jamur enoki atau pada waktu penyimpanan sebelum siap dikonsumsi. Foto: Shutterstock

Baru-baru ini Amerika Serikat, Australia, dan Kanada mengonfirmasi adanya kejadian luar biasa munculnya wabah Listeria. Pada Maret hingga April 2020, sejumlah warga di negara tersebut mengonsumsi jamur enoki (Flamulina velutipes) yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes. 

Sekedar informasi, produk jamur enoki tersebut merupakan produksi perusahaan pangan Sun Hong Foods dan Green Co, LTD asal Korea Selatan. Pada kasus di AS sendiri sudah menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 30 orang lainnya dirawat di rumah sakit.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun telah menarik jamur enoki, produk perusahaan itu dari pasaran. 

Baca Juga: Enam Rumah di Penjaringan Dilalap Api Semalam

Sementara Kementerian Pertanian Republik Indonesia sendiri telah melakukan langkah-langkah pemusnahan jamur enoki impor dari Korea Selatan yang beredar di pasaran.

Menurut peneliti mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Iwan Saskiawan, kemungkinan kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes terjadi saat proses pengepakan jamur enoki atau pada waktu penyimpanan sebelum siap dikonsumsi.

“ Bakteri Listeria monocytogenes adalah jenis bakteri patogen yang banyak mencemari produk olahan berbahan dasar susu dan turunannya seperti keju, es krim, dan yoghurt,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat 26 Juni 2020. 

Iwan mengatakan, penelitian terkini juga menunjukkan bakteri ini dapat mengkontaminasi daging mentah dan sayuran. “Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini disebut dengan listeriosis yang ditandai dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, pegal, mual, sakit perut dan diare,” imbuh Iwan.

Sebagai bakteri patogen atau parasit, Listeria monocytogenes memang berbahaya dan perlu pencegahan secara total untuk menghindari kontaminasi. 

Upaya ini bisa dilakukan melalui pencucian yang sempurna dengan air mengalir, serta pengolahan melalui pemanasan dan penyimpanan dengan benar, sehingga jamur enoki dapat aman saat dikonsumsi.  

"Karena bakteri ini juga akan mati pada suhu 75 derajat celsius,” kata Iwan.

Jamur ini masuk dalam jenis jamur pangan dan populer sebagai campuran sayur pada makanan oriental seperti shabu-shabu, tempura, atau sukiyaki. 

Iwan menjelaskan, dari hasil penelitian rata-rata jamur pangan mengandung 19-35 persen protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras yang sebesar 7,38 persen, maupun gandum yang sebesar 13,2 persen. 

Baca Juga: Banyak Masalah PPDB, Serikat Guru Minta Nadiem Turun Tangan

“Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, ada sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Selain itu 72 persen lemaknya termasuk jenis lemak tidak jenuh,” jelasnya.artika Nurwigati Sumartiningtyas


Share :