Sebanyak tiga desa di Kabupayen Kuningan, Jawa Barat terjadi musibah bencana alam tanah longsor pada Kamis, 18 Juni 2020.
Longsor ini menimpa Desa Pamulihan dan Desa Tangkolo di Kecamatan Subang, serta Desa Mandapajaya di Kecamatan Cilebak.
Baca Juga: Tujuh Desa, 114 Unit Rumah di Asahan Terendam Banjir
Berdasarkan informasinya, bencana longsor terjadi pada Kamis, 18 Juni 2020 malam. Terjadinya tanah longsor disebabkan hujan yang turun dengan intensitas cukup lama.
Dalam peristiwa ini, tak ada korban jiwa. Hanya saja, jalan penghubung desa hingga beberapa bangunan rusak parah.
Jalan penghubung Desa Pamulihan dengan Desa Mandapajaya di Kecamatan Subang, akses jalan tertutup material longsor sepanjang 20 meter dan tinggi 2 meter.
Kemudian bahu jalan penghubung Blok Kliwon Desa Pamulihan Kecamatan Subang dengan Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, juga tertimbun longsor.
Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin menjelaskan, peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik.
“Iya betul di Kecamatan Subang ada dua desa yang terdampak yakni Desa Pamulihan dan Desa Tangkolo. Kemudian di Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, juga sama,” terangnya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa longsor yang terjadi di Desa Pamulihan menyebabkan jalan penghubung antar desa tertutup material tanah longsor. Termasuk pagar sekolah di SMPN 2 Subang roboh akibat longsor.
Baca Juga: Rem Blong, Satu Unit Truk Masuk Jurang Sibolangit, Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
“Kemudian di Desa Mandapajaya longsor mengakibatkan bahu jalan penghubung dengan Desa Pamulihan amblas. Untuk menghindari bahaya longsor susulan, sebanyak 37 KK di 4 RT Dusun Manis Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak diungsikan ke lokasi yang lebih aman,” imbuhnya.
Di sisi lain, pihaknya bersama warga setempat melakukan pembersihan material longsor. Setelah itu, akan segera ditindak-lanjuti oleh dinas terkait dalam penanganan lanjutan.