Di tengah pandemi virus Corona, membuat para guru harus melakukan kegiatan belajar mengajar dan memberikan tugas kepada murid lewat daring.
Namun, kejadian nahas dialami oleh seorang guru di Malaysia. Ketika memberikan tugas lewat grup WhatsApp diabaikan oleh murid-muridnya.
Baca Juga: Viral Kisah Siswa Ini Tinggal 24 Jam di Atas Pohon, Demi Ujian Online
Cerita sedih tersebut menjadi viral di media sosial setelah dibagikan oleh sang putri bernama Anne di Twitter. Lewat unggahannya, Anne menceritakan mulanya sang ibu yang berprofesi sebagai guru merasa heran. Sebab, grup WhatsApp yang ia buat bersama murid-muridnya tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Source: Akun Twitter @Ms4nne_
Kemudian, Anne pun terkejut sekaligus sedih ketika mencoba mengecek. Hal itu disebabkan karena di grup tersebut hanya berisi kontak ibunya sendirian. Murid-muridnya serentak telah meninggalkan grup setelah diberi tugas oleh gurunya alias ibu Anne.
"Ibuku mengirim pesan berisi tugas sekolah kepada murid-muridnya yang tergabung dalam sebuah grup WhatsApp. Tetapi, murid-murid itu malah meninggalkan grup," tulis Anne dalam unggahannya di Twitter @Ms4nne_ menggunakan bahasa Melayu.
Dalam unggahannya, Anne turut menampilkan bukti foto saat murid-murid ibunya serentak meninggalkan grup WhatsApp.
Source: Akun Twitter @Ms4nne_
Dari percakapan itu dilihat awalnya sang ibu bertanya kelanjutan tugas sekolah yang diberikan sebelumnya. Namun, beberapa hari kemudian murid-muridnya keluar grup tanpa alasan jelas.
"Ibuku bertanya kenapa murid-muridnya tidak memberi respons sama sekali. Saat aku cek, mereka semua ternyata sudah meninggalkan grup," lanjutnya.
Hal yang menimpa sang ibu tentunya membuat Anne sangat sedih. Terlebih, banyak guru di Malaysia dituduh memakan gaji buta akibat sekolah ditutup imbas lockdown virus corona.
Baca Juga: Kisah Icha, Jalani Sidang Tugas Akhir Kuliah Dari Ruang Isolasi Covid-19
Cerita yang dibagikan oleh Anne tersebut seoalah menampik hal tersebut. Sebab, guru di sana juga mengalami permasalahan dalam kegiatan mengajar secara daring. Seperti halnya yang dilakukan oleh ibu Anne yang tetap berusa melakukan kegiatan mengajar di tengah pandemi.
Aku rasanya ingin menangis," pungkas Anne soal kisah pilu yang menimpa sang ibu sebagai guru.