Aek Sipangolu yang Sakral, Mata Air Peninggalan Dinasti Sisingamangaraja

Aek Sipangolu yang Sakral, Mata Air Peninggalan Dinasti Sisingamangaraja

Anisa Br Sitepu
2020-06-16 14:48:48
Aek Sipangolu yang Sakral, Mata Air Peninggalan Dinasti Sisingamangaraja
Aek Sipangolu, Mata Air Peninggalan Dinasti Sisingamangaraja (Foto:Istimewa)

Salah satu pesona dan keindahan wisata di sekitar Danau Toba adalah Aek Sipangolu. 

Aek Sipangolu artinya air kehidupan, adalah nama sebuah air terjun di Desa Bakara, Bakti Raja, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.  

Nama tempat wisata yang satu ini memang sesuai dengan kenyataan karena tempat wisata ini bukan sekedar objek wisata biasa. 

Baca Juga: Tombak Sulu-sulu, Gua yang Jadi Tempat Kelahiran Raja Sisingamangaraja I

Air dari mata air di sini mampu menyembuhkan beberapa macam penyakit dan telah dibuktikan oleh sejumlah orang. Oleh sebab itu objek wisata ini pun diberi nama tersebut agar dapat memberikan kesehatan dan hidup yang lebih baik.

Sebagai informasi, Aek Sipangolu adalah salah satu Air Pusaka peninggalan Kerajaan raja Sisingamangaraja XII. Aek Sipangolu ini berasal dari bekas kaki Gajah Raja Sisingamangaraja. 

Saat Raja Sisingamangaraja berada diatas bukit menelusuri jalan setapak melihat gajah yang ditungganginya kehausan, disekitar diatas bukit tersebut tidak ada sumber air untuk minum. Raja Sisingamangaraja kemudian menanjapkan tongkatnya ke tanah sembari berdoa kepada Ompung Mula Jadi Nabolon, secara ajaib keluar air setelah tongkatnya diangkat dari tanah tersebut.

Setelah itu, raja Sisingamangaraja pun meminum air yang keluar dari bekas tancapan tongkatnya serta memberikan air tersebut kepada gajahnya. 

Awalnya, air yang mengalir dari tempat ini disebut Aek Bibir, konon dulunya Sisingamangara meminum air tersebut langsung dengan bibirnya. Dari aliran mata air dari atas bukit tersebut mengalir langsung dan bermuara di Danau Toba. Serta masyarakat percaya bahwa ditempat ini jugalah raja Sisingamangaraja membuat tempat permandian pribadinya.

Kemudian, salah satu masyarakat sekitar mata air itu memiliki penyakit yang tak kunjung-kunjung sembuh. Suatu malam dia bermimpi, seorang tua menyarankan dia untuk mandi ketempat mata air tempat raja Sisingamangara meminum air tersebut. 

Baca Juga: Ini Kisah Dibalik Istana Raja Sisingamangaraja di Humbang Hasundutan yang Jadi Situs Sejarah Terpopuler 2019

Orang yang bermimpi tersebut pun pergi kesana mandi dan meminum serta berdoa memohon agar penyakitnya cepat sembuh. Ajaib, mujarab orang itupun sembuh total. Sejak itulah sekitar tahun 1939 Aek Bibir berganti nama menjadi Aek Sipangolu (air kehidupan). 

Hingga kini mata air tersebut masih dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Tak jarang pula orang-orang datang dari berbagai daerah mengunjungi tempat ini untuk mandi dan juga mengambil airnya untuk dibawa pulang. 


Share :