Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sejak 5 Juni 2020.
Padatnya aktivitas ibukota pun mulai kembali hidup. Seiring dengan penerapan new normal, media sosial dihebohkan dengan video viral yang menunjukkan polusi udara di Jakarta.
Seperti dalam video dalam akun tiktok @ianhugen, di mana membandingkan penampakan langit Jakarta pada 25 April 2020 dengan 15 Juni 2020.
Dikatakan akun @ianhugen, pada bulan April langit Jakarta nampak begitu biru dengan awan putih yang terlihat jelas.
Baca Juga: New Normal, Waktunya Tahun Ajaran Baru dengan Panduan Baru, Ini Panduan Lengkap dari Kemendikbud
Sedangkan pada hari pertama new normal dijalankan di Jakarta Senin 15 Juni 2020 langit tampak berwana abu-abu dan berkabut. "Oh my God, polusi emang enggak bercanda," katanya dalam video tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Indra Gustari menjelaskan, membaik atau memburuknya kualitas udara suatu wilayah dilihat dari dua faktor.
Indra menjelaskan, pada faktor pertama mengenai perubahan pada sumber polutan, itu berasal dari aktivitas transportasi dan kegiatan industri.
Untuk mengetahui dampak pastinya perlu dilakukan pengecekan jumlah peningkatan lalu lintas kendaraan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, lanjut Indra, dengan menengok peningkatan kemacetan di jalanan Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir sejak diberlakukan new normal dalam masa transisi, jelas menunjukkan adanya penambahan jumlah kendaraan.
"Selanjutnya itu akan meningkatkan konsentrasi polutan di udara atau menurunkan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya," jelasnya.
Faktor kedua, mengenai proses berkurang atau menghilangnya polutan dapat disebabkan oleh pencucian polutan di udara oleh air hujan. Pada awal tahun, wilayah Jabodetabek masih sering mengalami turun hujan lantaran masih memasuki musim hujan.
Baca Juga: Di Masa PSBB Transisi, Kamu Bisa Cancel Pesanan di Grab Tanpa Denda
"Hal ini tentu saja akan menurunkan konsentrasi polutan di udara, sehingga kualitas udara pada periode tersebut relatif baik," kata dia.
Indra bilang, kondisi ini berimplikasi pada terakumulasinya polutan di udara pada Jakarta.
"Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara di Jabodetabek menurun pada awal Juni dibandingkan beberapa beberapa minggu yang lalu adalah akibat dari faktor diatas," ungkapnya.