Ganjil Genap di Jakarta Menurut Dishub Bergantung Kepatuhan Perusahaan

Ganjil Genap di Jakarta Menurut Dishub Bergantung Kepatuhan Perusahaan

Ahmad
2020-06-11 17:05:52
Ganjil Genap di Jakarta Menurut Dishub Bergantung Kepatuhan Perusahaan
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengatakan kebijakan sistem ganjil genap bagi kendaraan bermotor selama pandemik virus corona atau COVID-19, akan dilakukan pada kondisi tertentu. Foto: Istimewa

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengatakan kebijakan sistem ganjil genap bagi kendaraan bermotor selama pandemik virus corona atau COVID-19, akan dilakukan pada kondisi tertentu.

Dilansir Antara, Kamis 11 Juni 2020, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, penerapan ganjil genap yang telah tertuang dalam Peraturan Gubernur Pergub 52 Tahun 2020 akan dilakukan bila kepala daerah menerbitkan aturan berikutnya, yakni keputusan gubernur.

baca Juga: Mau Daftar Sekolah? Gini Cara Lengkap Daftar Online PPDB Jakarta 2020

Keputusan gubernur akan dikeluarkan jika ada kepadatan lalu lintas tinggi saat berlaku masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Sementara, angkutan umum masih memadai untuk menampung limpahan penumpang.

Syafrin menjelaskan kepatuhan perkantoran dan dunia usaha terhadap ketentuan pemerintah terkait pengaturan jam kerja, berpengaruh pada penetapan ganjil genap.

Melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, kata Syafrin, pemerintah daerah sudah merumuskan kuota pekerja serta jadwal kerja pegawai di Jakarta.

Sebanyak 50 persen pegawai bekerja di kantor, sedangkan 50 persen lainnya bekerja dari rumah (work from home). Bagi pegawai yang bekerja di kantor, pemerintah daerah memberlakukan jam masuk mereka pukul 07.00 WIB dan pukul 09.00 WIB.

Syafrin menyebutkan kepadatan lalu lintas di DKI Jakarta saat ini cenderung landai. Perjalanan kendaraan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi tetap lancar tanpa terjebak kemacetan.

"Dari pantauan kami masih landai, dan bila terjadi gridlock (kemacetan) kami akan mensimulasikan terkait dengan opsi-opsi bagaimana menampung pola pergerakan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum (ganjil genap diterapkan)," kata​​​​​​ dia.

Hal serupa juga pernah diungkapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjelaskan bahwa pemberlakuan ganjil genap adalah kebijakan darurat, yang akan diberlakukan jika terjadi lonjakan kasus COVID-19 di ibu kota.

Baca Juga: Update Corona di RI: 35.295 Positif, 12.636 Sembuh, 2.000 Meninggal

Menurut Anies hal ini akan berkaitan dengan mobilitas masyarakat pada fase new normal atau normal baru. Jika pergerakan masyarakat tinggi dan menimbulkan banyak kasus, maka ganjil genap akan diterapkan.

"Bila tidak diperlukan ya tidak digunakan. Sama seperti PSBB. Bila wabahnya ternyata meningkat jumlah kasus bertambah, maka diterapkan PSBB," kata Anies.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00