Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem saat Perayaan Cap Go Meh di Kalimantan Barat

Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem saat Perayaan Cap Go Meh di Kalimantan Barat

Ekel Suranta Sembiring
2020-06-06 11:53:13
Pawai Tatung, Tradisi Ekstrem saat Perayaan Cap Go Meh di Kalimantan Barat
Pawai Tatung (foto: whio)

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat merupakan acara yang ditunggu-tunggu masyarakat setempat. Tak hanya warga lokal saja yang menyaksikan kemeriahannya, tapi banyak juga wisatawan luar daerah yang rela jauh-jauh datang ke Singkawang.

Di Singkawang, ada tradisi unik untuk merayakan Cap Go Meh, yaitu pawai Tatung. Tatung merupakan sosok manusia yang menurut kepercayaan sedang dirasuki oleh roh dewa. Kata Tatung berasal dari bahasa Hakka, yang artinya roh dewa.

Baca Juga: Dalam 5 Hari, 519 Pasien Corona Sembuh, Ini Rahasia Risma

Pawai Tatung ini bukanlah pawai pada umumnya, tapi Tatung menunjukkan aksi-aksi yang sangat ekstrem. Para Tatung akan rela menusuk tubuh mereka dengan benda-benda tajam. Tradisi ini sudah dilakukan sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.


Pawai Tatung (foto: Jateng.com)

Seseorang yang menjadi Tatung sudah ditakdirkan sejak lahir, bisa dibilang mereka sudah mendapat 'panggilan'. Ketika sudah terpilih, mereka nggak bisa menolak ketika 'panggilan' itu sudah tiba.

Sebelum memulai aksinya, orang-orang yang terpilih menjadi Tatung ini harus menjalankan ritual puasa dan nggak boleh mengonsumsi daging. Puasa ini harus dilakukan pada tanggal satu dan 15 setiap bulannya, berdasarkan penanggalan Tionghoa. Apabila orang tersebut nggak menjalankan ritual puasa, maka saat melakukan atraksi pawai Tatung, ia akan celaka.

Baca Juga: Pemprov DKI Tetapkan PSBB Transisi sampai 18 Juni, Jika Kasus Covid-19 Tak Naik Lanjut hingga 2 Juli

Tradisi Tatung di Tiongkok memang sudah jarang dilakukan. Namun di Indonesia, tradisi ini masih dilakukan secara rutin pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00