Hasil Belajar dari YouTube, Pria di Jember Berhasil Bikin Mobil Listrik

Hasil Belajar dari YouTube, Pria di Jember Berhasil Bikin Mobil Listrik

Anisa Br Sitepu
2020-06-02 14:26:34
Hasil Belajar dari YouTube, Pria di Jember Berhasil Bikin Mobil Listrik
Pria di Jatim ciptakan mobil listrik (Foto:Istimewa)

Belajar dari Internet dan YouTube,  seorang pria di Jember berhasil membuat mobil listrik.  

"Jadi lihat internet dan YouTube itu, terus mencoba membuat. Alhamdulillah berhasil, dibantu teman-teman satu komunitas. Padahal kalau tingkat pendidikan, saya hanya lulusan SLTP (SMP)," kata pria bernama Sasmito saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Juni 2020.

Sasmito mengaku bahwa dirinya selama ini memang hobi utak-atik alat listrik. Tak lain juga karena pekerjaannya sebagai tukang reparasi listrik. Akhirnya, muncullah ide membuat mobil listrik.

Baca Juga: Mengintip Tradisi Unik Pindah Rumah dari Suku Bugis

Sasmito yang merupakan warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo ini mengatakan bahwa ia butuh waktu sekitar 4 tahun untuk menyelesaikan mobil listrik buatannya itu. Karena minim modal, Sasmito juga memanfaatkan benda-benda di sekitarnya.

Tidak sendiri, dengan bantuan rekan-rekannya komunitas hobi alat-alat kelistrikan, pria berusia 36 tahun ini akhirnya bisa menyelesaikan mobil listrik dengan bentuk mirip mobil jeep berukuran 1 x 2 meter. Sumber daya mobil berasal dari baterai lithium berdaya 40 ampere.

Sasmito mengatakan bahwa mobil listrik buatannya berbeda dengan mobil pada umumnya, untuk roda mobil listrik ini menggunakan ban sepeda motor. Alasannya agar lebih mudah dan ringan dalam bergerak.

"Karena agar lebih ringan dan lebih mudah bergerak. Untuk kegiatan sehari-hari keliling sekitar rumah atau bahkan ke kota Jember, saya pakai mobil ini," katanya.

Kemudian untuk biaya tenaga penggerak mobil listrik ciptaannya, Sasmito mengklaim 3 kali lebih murah dari BBM umum.

Baca Juga: Hadapi New Nirmal, 15 Kabupaten Kota di Sumut Tunggu Masa Transisi

"Jadi 1 Kwh listrik sama dengan 1 Liter BBM; di mana 1 liter bensin Rp 9.000-an, kalau 1 kwh listrik pada daya 130 watt harganya Rp 1.600, dan itu sama-sama bisa menempuh jarak 40 Km sampai 50 Km, jadikan selisih banyak," jelasnya.

Berdasarkan hitungannya, baterai lithium berdaya 40 ampere dengan harga sekitar Rp 3,5 juta dapat bertahan selama 3 tahun. Bahkan diluar itu Sasmito tidak harus membeli BBM maupun sparepart lain dalam penggunaannya sehingga biaya operasional cukup murah.

"Jika dihitung dari awal pembuatan mobil yang berkecepatan maksimum 40 Km/jam ini, tidak sampai Rp 15 juta biayanya," katanya.

Lebih lanjut,  Sasmito menegaskan akan lebih menyempurnakannya. Agar nanti bisa lebih cepat lajunya. "Dan juga mungkin bisa diproduksi masal," sambungnya.


Share :