Keluarga George Flyod Melakukan Otopsi Hasil: Sesak Napas Akibat Tekanan Jadi Penyebab Kematian

Keluarga George Flyod Melakukan Otopsi Hasil: Sesak Napas Akibat Tekanan Jadi Penyebab Kematian

Yuli Nopiyanti
2020-06-02 09:00:00
Keluarga George Flyod Melakukan Otopsi Hasil: Sesak Napas Akibat Tekanan Jadi Penyebab Kematian
kematian George Floyd bahkan tak hanya itu saja pasalnya banyak warga yang turun ke jalan (Foto:Dok.Istimewa)

Amerika Serikat tengah memanas akibat kematian George Floyd bahkan tak hanya itu saja pasalnya banyak warga yang turun ke jalan demo menuntut kasus kematian tersebut bahkan tak hanya itu saja pasalnya Otopsi yang dilakukan keluarga George Floyd menunjukkan bahwa George Floyd meninggal karena sesak napas. Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan resmi, George Flyod dinyatakan tewas karena masalah jantung yang dideritanya.

"Pemeriksaan medis independen yang melakukan otopsi Floyd pada Minggu mengungkapkan sesak napas akibat tekanan yang terus menerus adalah penyebab kematiannya," ujar pengacara keluarga Floyd, Ben Crump, Senin 1 Juni 2020, dilansir AFP.

Namun tak hanya itu saja pasalnya Direktur Autopsi dan Ilmu Forensi University of Michigan, Aleccia Wilson, mengatakan telah memeriksa tubuh Floyd.

Baca Juga: Para Demonstran Kematian George Floyd Mulai Dekati Gedung Putih

"Buktinya konsisten dengan asfiksia mekanik sebagai penyebab kematian dan pembunuhan sebagai cara kematian," ujarnya dalam konferensi pers.

Tak hanya itu saja pasalnya Flyod tewas pada 27 Mei setelah seorang polisi meletakkan lututnya di leher Floyd selama hampir 9 menit. Kejadian tersebut berawal setelah Floyd akan ditahan dengan tuduhan melakukan transaksi dengan uang kertas 20 dolar palsu. Video tersebut menjadi viral dan memicu kegemparan nasional.

Bahkan tak hanya itu saja polisi yang terlibat, Derek Chauvin, telah ditangkap pada Jumat dan didakwa dengan dakwaan tingkat tiga atau pembunuhan yang tidak disengaja berdasarkan hasil otopsi resmi yang menyatakan Floyd meninggal bukan karena asfiksia, tetapi "kondisi kesehatan yang mendasarinya termasuk penyakit arteri koroner".

Baca Juga:  Siapakah George Floyd? Dikenal sebagai "Raksasa Lembut yang Berusaha Mengubah Hidupnya" atau Dipanggil "Big Floyd"

Namun tak hanya itu saja bahkan pihak keluarga Floyd mempermasalahkan kesimpulan itu dan menuntut Chauvin didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama, dan bahwa tiga petugas lainnya di tempat kejadian ditangkap dan dituduh terlibat dalam pembunuhan.

Wilson dan ahli otopsi lainnya, dr Michael Baden, mengatakan tidak setuju dengan laporan resmi, hanya ringkasan yang telah dirilis sebagai bagian dari dokumen pengadilan untuk penangkapan Chauvin.

"Otopsi menunjukkan bahwa Floyd tidak memiliki masalah medis mendasar yang menyebabkan atau berkontribusi pada kematiannya".

"Dia dalam kondisi sehat," kata Baden.

"Saya berharap saya memiliki arteri koroner yang sama dengan yang dimiliki oleh Floyd yang kami lihat di otopsi," pungkasnya.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30