Polisi Tangkap Pembunuh George Floyd, Tunangan Tak Kuasa Tahan Emosi

Polisi Tangkap Pembunuh George Floyd, Tunangan Tak Kuasa Tahan Emosi

Yuli Nopiyanti
2020-05-31 16:41:24
Polisi Tangkap Pembunuh George Floyd, Tunangan Tak Kuasa Tahan Emosi
George Floyd (Foto:Dok.Istimewa)

Diketahui bahwa kematian warga kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd, pada Senin 25 Mei 2020 kemarin memicu demonstrasi besar-besaran dan kericuhan di Negeri Paman Sam itu.

Bahkan tak hanya itu saja pasalnya protes pertama kali pecah di Minneapolis, Minnesota, AS, sehari setelah kematian George Floyd. Demonstrasi meluas dan berlangsung ricuh.

Namun tak hanya itu saja bahkan hal ini juga memancing tunangan George Floyd ikut mendukung aksi turun ke jalan ini. Namun ia dan keluarga mendiang George Floyd berharap demonstrasi bisa dilakukan dengan damai.

Baca Juga:Demo Rusuh Imbas Kematian George Floyd Semakin Meluas, Kondisi WNI di AS Aman

"Bangun pagi untuk melihat Minneapolis terbakar bisa menjadi hal yang menghancurkan Floyd," ujar Courteney Ross, tunangan George Floyd, dikutip dari Star Tribune, Minggu 31 Mei 2020.

Bahkan tak hanya itu saja lebih lanjut Courteney Ross menyebutkan kalau George Floyd menyukai Minneapolis yang menjadi tempat tinggalnya. Dia juga adalah sosok pria yang mencintai perdamaian.

"Dia mencintai kota ini. Dia datang kemari (dari Houston) dan tinggal di sini untuk orang-orang sekitar dan kesempatan. Segala tentang dirinya adalah cinta dan kedamaian," tutur wanita yang telah bersama George Floyd selama 3 tahun ini.

"Saya mengerti betapa frustrasinya mereka. Saya ingin orang-orang protes dengan cara yang damai," imbuhnya.

Namun tak hanya itu saja Courteney Ross juga berkomentar soal penangkapan Derek Chauvin, polisi yang menangkap George Floyd dan berujung kematian sang kekasih.

Baca Juga: Los Angeles Umumkan Situasi Darurat Imbas Rusuh Aksi Floyd

Seperti diberitakan CBS Minnesota, wanita itu tak bisa menahan emosinya ketika Derek Chauvin sudah ditangkap. Ia merasa lega dan harapan mendapat keadilan bagi George Floyd semakin meningkat setelah penangkapan polisi itu.

"Ini adalah hal yang melegakan. Terima kasih telah mengambil langkah awal untuk membantu kami menemukan ketenangan, ini sedikit mengusir rasa sakit kami," ucap Courteney Ross.

Bahkan kasus George Floyd bermula saat ia belanja di toko kelontong, kemudian dituduh memakai uang palsu. Pihak toko lapor polisi, yang kemudian menangkap George Floyd dengan tidak wajar.

Pasalnya leher George Floyd ditindih lutut polisi Derek Chauvin ketika ia tiarap. Aksi Derek Chauvin inilah yang kemudian menewaskan George Floyd.


Share :