Seorang anak, MM (17) menjadi korban pencabulan selama 7 tahun. Pelaku pencabulan tidak lain adalah ayahnya sendiri ND (48), seorang peati di wilayah Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Karena ketagihan ND tega mencabuli anaknya sendiri sejak SD selama 7 tahun.
Dari pengakuan pelaku polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku pertamakali melakukan aksi bejadnya tersebut saat MM duduk di banku kelas tiga SD atau berusia 10 tahun. Aksinya dilancarkan di sebuah pondok tak jauh dari kampungnya. Merasa ketagihan dan merasa aman ND pun mengulangi aksi bejadnya tersebut berulang-ulang sampai kemudian dilaporkan istrinya sendiri.
Kasatreskrim Polres Musi Banyuasin AKP Deli Haris menuturkan, dari pengakuan pelaku dirinya menerankan aksi pencabulan tersebut dilakukan dengan iming-iming uang. Jika korban menolak, dia mengancam akan mengadu ke ibunya bahwa korban sering jalan dengan laki-laki.
Baca juga: Cabuli Murid selama 4 Tahun, Seorang Guru di Bandung Diamankan Polisi
"Modusnya ada dua, yakni iming-iming uang dan mengancam korban dikatakan anak nakal, suka keluar rumah dengan laki-laki," ungkap Deli, Kamis 28 Mei 2020.
Terakhir, tersangka menyetubuhi korban sehari setelah lebaran, Senin 25 Mei 2020. Tersangka mengajak korban ke tempat yang sama dan mengulang perbuatan itu. Korban yang tak tahan lagi diperlakukan seperti itu mengadu ke ibunya dan dilaporkan ke polisi. Pelaku pun mengakui semua perbuatannya dan terancam hukuman pidana selama 15 tahun penjara.
"Tersangka kita amankan beberapa jam setelah dilaporkan. Tersangka mengakui semua perbuatannya, tidak ada bantahan dari tuduhan itu," kata dia.
Baca juga: Astaga! Pisah Ranjang dengan Istri, Pria di Sumut Tega Cabuli Nenek Kandungnya Sendiri
Kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Musi Banyuasin sambil menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Anak dan Perempuan. Dalam kasus ini penyidik menggunakan Undang-undang Perlindungan Anak kepada tersangka.
"Ancamannya bisa 15 tahun penjara. Kita juga fokus penanganan psikis korban karena kejahatan itu berlangsung lama dan berulang," tutupnya.