Pawai Topeng Seram, Tradisi Rayakan Lebaran di Desa Muaro Jambi

Pawai Topeng Seram, Tradisi Rayakan Lebaran di Desa Muaro Jambi

Ekel Suranta Sembiring
2020-05-25 10:12:50
Pawai Topeng Seram, Tradisi Rayakan Lebaran di Desa Muaro Jambi
Pawai Topeng di Desa Muaro Jambi (foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Saat rayakan lebaran, setiap daerah di Indonesia punya tradisi masing-masing. Seperti di Provinsi Jambi ini. Provinsi Jambi yang terletak di Pulau Sumatera ini merayakan lebaran dengan payai topeng seram dengan rambut ijuk.

Pawai Topeng yang ditemukan di Desa Muaro Jambi ini berjumlah sekitar 20 ditambah pemain musik dan pendamping yang membawakan minuman kalau-kalau rombongan bertopeng haus.

Baca Juga: Simak Yuk! Baca Doa Ini Saat Bertamu ke Rumah Orang

Mereka menghampiri rumah-rumah, menghibur pemilik rumah dengan berjoget atau menakut-nakuti anak kecil di rumah. Tak sedikit anak yang dibuatnya menangis dan beberapa orang dewasa tertawa sembari menenangkan anak-anak.

Sambutan pemilik rumah pun hangat, mereka tertawa sembari memberikan sebuah amplop dan minuman kaleng di rumah mereka. Ada pula yang ikut berjoget sejenak. Salah satu pemain bertopeng membawa wadah untuk menampung amplop dan minuman kaleng. Khusus untuk minuman ada satu motor khusus membawa keranjang menampung minuman.

Setelah dua jam berkeliling mereka istirahat sejenak dan kemudian membawa topeng-topeng mereka ke panggung di kawasan Candi Muaro Jambi. Topeng-topeng itu dipasangkan di tiang lampu panggung dan dua spot foto dengan tulisan festival budaya solidaritas Desa Muaro Jambi yang akan diadakan hiburan untuk warga desa dan pengunjung Candi Mauro Jambi.

Baca Juga: Simak Yuk! Kisah Rasulullah SAW dan Anak Yatim di Hari Raya Idul Fitri

Dikutip dari TribunJambi, Topeng-topeng tersebut dibuat dari buah labu yang dikeringkan. Ahok selaku salah satu tokoh pemuda setempat menjelaskan filosofi topeng-topeng seram itu dari bahan dasar pembuatannya.

“Topengnya itu selalu dari labu yang dikeringkan. Kuat itu sering dipakai untuk wadah air,” kata Ahok.

Dia mengatakan dari fungsinya sebagai wadah air itu, topeng-topeng ini mempunyai nilai menyejukkan. Selain itu ijuk-ijuk yang menjadi rambut pemakai topeng karena sering dipakai untuk sapu dan bermakna membersihkan.

“Jadi membuat suasana sejuk dan bersih setelah lebaran, sebab pawai topeng ini selalu diadakan tepat hari lebaran,” kata Ahok.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00