Danau Gedang di Tepi Pantai Bengkulu, Memiliki Aroma Mistik yang Cukup Kental

Danau Gedang di Tepi Pantai Bengkulu, Memiliki Aroma Mistik yang Cukup Kental

Ekel Suranta Sembiring
2020-05-24 10:51:10
Danau Gedang di Tepi Pantai Bengkulu, Memiliki Aroma Mistik yang Cukup Kental
Danau Gedang (foto: YouTube)

Di Provinsi Bengkulu terdapat sebuah danau yang dipercaya masyarakat setempat dibumbui aroma mistik yang cukup kental, danau itu bernama Danau Gedang.

Lokasi Danau Gedang atau Danau Besar yang menyimpan pesona alam yang indah ini berada di tepi pantai Padang Betuah, di Dusun II Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu.

Danau di tepi pantai dengan berbatasan langsung dengan samudera hindia ini, terdapat satu tumpukan tanah cukup besar di areal danau. Oleh warga setempat, gundukan tanah itu disebut sebagai pulau tengah. Di mana di atas pulau tengah itu terdapat satu keramat yang diketahui sudah ada sejak dahulunya.

Keramat itu, diberi nama Keramat Haji Sidi. Dulunya, keramat ini memiliki tumpukan cukup besar, lantaran terus terkikis oleh air danau ukurannya pun menjadi terus berkurang. Namun, tidak merubah bentuk keramat tersebut.


Keramat Danau Gedang (foto: Okezone)

Selain itu, posisi keramat tersebut dulunya berada di tengah danau. Sehingga, masyarakat terdahulu menyebut keramat itu dengan nama keramat Pulau Tengah Haji Sidi.

Dikutip dari Okezone, seorang penunggu atau juru kunci Danau Gedang bernama Inun Zikri (103) mengatakan keramat itu sudah ada sejak dahulu kala. Di mana Haji Sidi memiliki kesaktian dan ilmu cukup tinggi kala itu. Konon, kata bapak dari lima orang anak ini, Haji Sidi tidak mempan dengan senjata tajam.

Baca Juga: Ini 6 Suku Indonesia Penghasil Wanita Cantik Terbanyak, Nomor 2 Paling Wow

Pria kelahiran 13 Oktober 1913 tersebut juga mengenang, Haji Sidi memiliki 15 orang anak buah, yang berada di sekitar danau gedang. Seperti, Suak Tauban atau Haji Pakai Sorban, Suak Sualin, Telau Gedang, Lubuk Sampan, Beringin Kuning atau Buaya Kuning, Suak Kabut, Suak Bungkuk, Suak Nibung, Suak Gajah Mati, Suak Paku Piyai, Suak Balam, Suak Alay, Suak Sorban Panjang, Pulau Suak Kabut 1 dan Pulau Suak Kabut 2. Mereka, kata dia, ikut menjadi penunggu sekitar danau.

"Pulau itu ada kuburan keramat, Sebelum saya lahir keramat itu sudah ada," kata pria yang akrab disapa Etek Inun ini, saat ditemui di kediamannya di Desa Padang Batuah, Kecamatan Pondok Kelapa.

Etek Inun kembali menceritakan, keramat tersebut konon dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar cita-cita dan keinginan dapat tercapai. Beberapa warga setempat, kata dia, sempat memanjatkan doa kepada Allah SWt di keramat tersebut dan doanya pun terkabulkan. Namun, doa dan permintaan tersebut mesti dari niat yang tulus dan niat baik.

Baca Juga: Benarkah Gadis Dayak Bisa Bikin Alat Vital Menghilang, Ini Mitos dan Faktanya

Pria yang telah berusia lebih dari satu abad ini menambahkan, jika di areal itu dilarang berbuat hal-hal senonoh. Mulai dari, buah air kecil sembarangan atau buang air kecil dalam posisi berdiri atau tidak sesuai aturan begitu juga perbuatan tercela lainnya.

Tidak hanya itu, sampai dia, didalam air danau tersebut masih banyak menyimpan berbagai jenis ikan, udang dan kepiting. Mulai dari ikan belanak, bekapur, terong, petai-petai dan gebur. Dimana air danau tersebut, lanjut Etet Inun, air danau masuk ke air laut lalu air laut juga masuk ke danau. Sehingga berbagai jenis ikan terdapat di dalam danau itu.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00