Idul fitri memiliki dua makna yang sangat subtansial, pertama beridul fitri bermakna kembali suci, kedua beridul fitri berarti kembali pada asal kejadian kita sebagai manusia, bagaimana maksudnya berikut penjelasan lengkap Prof. Quraish Shihab
Arti pertama dari makna beridul fitri adalah merujuk pada kata fitrah. Menurut Prof. Quraish Shihab fitrah memiliki banyak arti salah satunya adalah suci. Beridul fitri berarti kembali suci, bersih dari dosa dengan cara permohonan dan pengarapan ampunan dri Allah SWT, dan kedua permohonan ampunan antar sesama manusia. Dengan dua cara tersebut bersihlah, sucilah kembali diri manusia.
"Apa sebenarnya arti fitrah? banyak sekali arti fitrah salah satu diantaranya adalah suci. Beridul fitri berarti kita kembali pada kesucian, kita kembali asal kejadian kita yang suci tidak membawa serta dosa, berprasangka baik, tidak menaruh dendam. Dengan Beridul fitri kita kembali pada kesucian kita itu dan bebas dari dosa karena berharap telah diampuni oleh ALLah SWT, berharap mendapat pemaafan dari orang-orang yang pernah kita lukai hatinya", kata Prof. Quraish Shihab.
Makna beridul fitri yang kedua juga masih merujuk pada kata fitrah yang berarti kembali pada asal kedian manusia. Yang dimaksud Prof. Quraish Shihab adalah fitrah manusia adalah apa yang telah Allah anugrahkan yakni daya-daya indra untuk dipakai. Penekananya adalah mengunakan daya-daya tersebut sebagai mana mestinya dan porsinya masing-masing dengan metode yang tepat.
"Fitrah yang berarti kembali pada asal kejadian mempunyai makna yang berkaiatan dengan fungsi-fungsi dari badan kita. Sejak kita lahir, fitrah kita adalah berjalan dengan kaki, melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, berfikitr dengan akal, kita ingin menggunakan itu semua sebagai mana yang dikehendaki oleh Allah ketika menganugrahkan kita potensi dan organ-oragan tersebut. Itu semua arti dari kemabali kepada fitrah. Semua ada Metode pendekatannya jangan sampai salah menerapkan metode", ujar Prof. Quraish Shihab.