Wah! Simak Yuk Penglipuran Desa Unik Jujugan Wisatawan di Bali

Wah! Simak Yuk Penglipuran Desa Unik Jujugan Wisatawan di Bali

Yuli Nopiyanti
2020-05-19 21:00:00
Wah! Simak Yuk Penglipuran Desa Unik Jujugan Wisatawan di Bali
Suasana asri di Desa Adat Penglipuran Bali (Foto:Dok.Instagram)
Desa Penglipuran di Bangli, Bali menjadi salah satu jujugan wisatawan dari sekian banyak lokasi wisata di Pulau Dewata. Keunikannya, selain alami suasana desa dan aktivitas warganya, di desa ini tidak ada lalu lalang kendaraan bermotor.

Namun tak hanya itu saja paslanya warga, beraktivitas layaknya di hari-hari biasa. Sementara, para wisatawan bisa berlalu lalang dan leluasa masuk ke pekarangan rumah warga. Pastinya ketenangan akan didapat jika singgah di desa ini.

Hal unik lain diterapkan di desa ini. Warganya tak bisa seenaknya melakukan poligami atau poliandri. Itu menjadi kesepakatan, yang diterapkan sejak leluhur mereka. Bagi yang melanggar mendapat sanksi, dikucilkan dan harus tinggal terpisah menjauh dari penduduk. Rumah tempat tinggal 'terkucil' itu diberi bernama 'Karang Madu'.

Bahkan tak hanya itu saja paslanya larangan itu pun,  dipatuhi masyarakatnya. Terbukti, hingga hari ini Karang Madu masih kosong, belum pernah dihuni. Artinya, tidak ada warga yang melanggar aturan adat tersebut.

Untuk diketahui, Desa Penglipuran menyandang status internasional sebagai desa berpredikat terbersih nomor 3 dunia.

Disebutkan, desa ini memiliki visi berbasis masyarakat. Warganya sepakat terus menjaga keunikan budaya dan kebersihan lingkungan.

Bahkan tak hanya itu saja pasalnya dari kesepakatan bersama yang terus dijaga itu, masyarakat juga merasakan manfaatnya. Untuk pemerintah tentu ada pendapatan yang masuk dari kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri.

Simbiosis terjalin, masyarakat tidak hanya jadi obyek tapi juga mendapatkan manfaat, diantaranya dengan memajang, menjual berbagai pernak pernik di  teras rumah, dijual kepada pengunjung.

Sementara, untuk 'ancaman' masuknya budaya asing pun ada kesepakatan saling menjaga kemungkinan yang bisa mengikis budaya lokal.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00