Cerita Kesaktian Keluarga Langkuse dari Ogan Komering Ilir, Berani Godain Adik Perempuan Langkuse?

Cerita Kesaktian Keluarga Langkuse dari Ogan Komering Ilir, Berani Godain Adik Perempuan Langkuse?

Anisa Br Sitepu
2020-05-12 12:19:36
Cerita Kesaktian Keluarga Langkuse dari Ogan Komering Ilir, Berani Godain Adik Perempuan Langkuse?
Kesaktian Langkuse (Foto: Istimewa)

Langkuse merupakan sosok pemuda sederhana yang pernah hidup di daerah Kayuagung dizaman dahulu kala. Namun, dibalik kesederhanaannya, dia mempunyai suatu kekuatan batin yang dapat dikatakan semacam kesakltian. 

Menariknya,  kesaktian yang dia miliki bukan untuk digunakan sebagai modal kesombongan atau untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang gagah ditengah masyarakat. 

Lantas,  kesaktian yang dia miliki untuk membela kebenaran dan juga sebagai prisai diri manakala dia harus berhadapan dengan orang2 yang akan merusak keamanan di daerahnya dan menghadapai hewan buas.

Konon,  pada masa Palembang diperintah oleh Suhunan daerah tempat tinggalnya selalu mendapat gangguan dari orang yang berniat buruk pada adiknya si Petori Buwok Handak ( Putri rambut putih ). 

Sebagai informasinya bhawa dalam kesehariannya,  Langkuse disibukkan dengan kegiatan sebagai pandai besi. Pandai besi yang dikelolanya berupa kampak yang dipergunakan sebagai alat untuk menebang pohon dihutan.

Setelah berbagai ujian yang dilewati,  Langkuse dihadapkan dengan ujian berat dusunnya kedatangan tamu dari Banten dengan beberapa rombongannya.

Kedatangan tamu tersebut karena  mendengar di desa tersebut ada seorang gadis muda belia yang memiliki kecantikan serta kesaktian pada air liurnya.

Konon dengan sumpah serapahnya pada orang yang mengganggunya,begitu disemburkan air liur itu pada wajah si pengganggu, maka seketika wajah itu melucut terbakar dan rambut orang yang disumpahnya menjadi putih. 

Setelah Langkuse mengetahui gelagat orang Banten yang akan mengganggu adiknya, dia mengintai rumahnya dari kejauhan. Ternyata benar, orang2 itu memaksa adiknya keluar dari rumah untuk diaja adu tanding ilmu kesaktian. Petori Buwok Handak menghadapi pertempuran itu. orang pendamping tokoh Banten itu semuanya mengalami luka bakar diwajah dan rambut mereka semua memutih. 

Tapi menghadapi yang satu terakhir, Petori sempat kewalahan. saat itulah Langkuse keluar dari persembunyiannya menghadapi si tokoh Banten itu. Pertempuran antara Langkuse dengan musuhnya itu berjalan memakan waktu berjam jam lamanya. Akan tetapi,keberuntungan ada ditangan Langkuse. 

Tak sampai disitu saja,  setelah tiidak menghadapai gangguan sehari, seminggu bahkan sebulan kemudian daerah Perigi aman dari ancaman berbagai gangguan. 

Saat iru Langkuse meninggalkan adiknya sendirian dirumah. Dia pergi kehutan yang tidak jauh dari kampungnya. Langkuse menjalani pertapaannya. Saat itulah adiknya diculik tentara suhunan saat mencuci beras di sungai. 

Saat Langkuse mendapat kabar mengejutkan itu, dia langsung menghentikan semedinya. Hanya beberapa langkah dia berlari dengan menggunakan kesaktian ilmu peringan tubuh, Langkuse sudah sampai di pinggir sungai. 

Tak berpikir panjang,  Langkuse pun langsung melompat ke perahu miliknya dengan sebatang satang bambu. Dengan tujuh kayuhan, dia sudah sampai di wilayah teloko. 

Langkuse melompat ke perahu tentara suhunan. Ada beberapa perahu yang dibawa tentara suhunan dengan berpuluh orang suruhan suhunan. Saat itu terjadi pertempuran sengit antara Langkuse dengan tentara suhunan. 

Nah,  Inilah bagian dari gambaran tentang kesaktian seorang bujang Perigi yang dikenal sebagai sosok tegar sopan dan santun. 


Share :