Ajian Pancasona, Benarkah Masih Ada Sekarang?

Ajian Pancasona, Benarkah Masih Ada Sekarang?

Dedi Sutiadi
2020-05-12 10:30:00
Ajian Pancasona, Benarkah Masih Ada Sekarang?
Ilustrasi Jurus Ajian Pancasona. (Foto: Istimewa)

Di zaman sekarang, masih banyak orang yang menanyakan tentang kebenaran dan keberadaan Ajian Ilmu Pancasona? Jawabannya tentu masih ada. Menurut kepercayaan orang Jawa jika anda mau berlajar dan bertirakat pasti akan mendapatkan ajian itu.

Ajian Pancasona sendiri merupakan sebuah ilmu kanuragan yang dipakai orang terdahulu untuk memperkuat diri dan kekebalan pada zaman perang. Ajian ini hampir sama dengan Ajian Rawa Rontek, namun Ajian Pancasona tidak memerlukan tanah untuk pemulihan tubuh yang terpotong.

Konon ceritanya, pada zaman dulu ada seseorang yang bernama Resi Subali yang tubuhnya setengah manusia dan setengah kera. Ia memiliki ilmu kanuragan Ajian Pancasona. Lalu, ilmu itu diwariskan kepada Raja Rahwana atau Prabu Dasamuka. Namun, bukannya ilmu itu dibuat untuk kebaikan, justru malah dibuat untuk kejahatan. Karena disalahgunakan, Raja Rahwana mendapat hukuman dari Dewa dan tubuhnya dijepit dua Gunung selama ribuan tahun.

Lalu dizaman Prabu Angling Dharma, ada seorang yang mempunyai Ajian Rengka Gunung yaitu Durgandini. Ia menggunakan ilmu itu dengan sewenang-wenang mengobarkan angkaramurkanya. Hanya Ajian Pancasona dan Ajian Halimun Ageng yang mampu mengalahkan Ajian Rengka Gunung milik Durgandini itu.

Cara mendapatkan Ajian Pancasona sendiri terbilang susah dan butuh perjuangan. Seperti, berpuasa Senin-Kamis selama 7 bulan berturut-turut. Setelah 3 hari selesai puasa Senin-Kamis maka dilanjutkan puasa lagi selama 40 hari. Selama puasa tersebut, wajib melakkukan solat hajat dan membaca mantra Ajian Pancasona sebanyak 21 kali setiap harinya. Lalu malam ke 41 puasa, tidak boleh tidur sehari semalam. Dan usahakan menjaga kesucian badan dari hadas dan najis. 


Share :