Tradisi Pingitan Pernikahan Adat Jawa: Perbedaan Dulu dan Sekarang

Tradisi Pingitan Pernikahan Adat Jawa: Perbedaan Dulu dan Sekarang

Dedi Sutiadi
2020-05-11 19:45:00
Tradisi Pingitan Pernikahan Adat Jawa: Perbedaan Dulu dan Sekarang
Ilustrasi tradisi pingitan sebelum pernikahan. (Foto: Istimewa)

Tradisi Pingitan pernikahan yang identik dengan adat Jawa ini dilakukan oleh pasangan yang akan segera menikah. Biasanya tradisi pingitan ini lebih kepada si calon perempuan. Pingitan ini memiliki tujuan yang baik. Yaitu menjaga kedua mempelai dari marabahaya dengan cara ‘dipingit’.

Kata Pingitan berasal dari kata Pingit, yang mempunyai arti kurung. Dipingit disini berarti kedua calon pengantin dilarang bertemu hingga hari H pernikahan.Dan khusus calon pengantin perempuan, dilarang untuk beraktivitas keluar rumah apalagi bepergian ke mall.

Kepercayaan dari pingitan ini sendiri yaitu calon pengantin memiliki ‘darah manis’, sehingga rentan akan gangguan yang sifatnya tidak terlihat. Maka untuk menjaga hal tersebut, prosesi pingitan pernikahan adat jawa dilakukan. Dan calon pengantin perempuan juga akan terlihat ‘manglingi’ pada saat hari H berlangsung, hal ini dikarenakan aura calon pengantin perempuan lebih terpancar.

Mengisi waktu pingitan bagi seorang perempuan, dapat dilakukan dengan berbagai cara yang seru dan menyenangkan. Salah satunya adalah dengan merawat diri. Perawatan dilakukan dengan ramuan tradisional yang diramu khusus untuk perempuan. Mulai ramuan perawatan khusus tubuh hingga minuman tradisional yang wajib diminum. Merawat diri merupakan keharusan untuk seorang calon pengantin perempuan, agar katanya ‘wangi’ saat hari H.

Lalu, bagaimana dengan prosesi pingitan di zaman sekarang? Kita tau saat ini perempuan tidak seperti jaman dahulu yang sulit untuk keluar rumah. Perempuan saat ini juga memiliki aktivitas yang padat, seperti bekerja. Belum lagi persiapan pernikahan seperti meeting vendor dan juga gladi resik keluarga, membuat prosesi pingitan sulit dilakukan.

Karena bukan lagi menjadi suatu kewajiban, prosesi pingitan pernikahan adat jawa saat ini menjadi sebuah pilihan yang bisa kamu tentukan sendiri untuk dilakukan atau tidak. Ada baiknya kamu merundingkan dahulu dengan keluarga, jika memang mempunyai waktu cukup untuk prosesi pingitan tidak ada salahnya kamu lakukan sebagai sebuah penghormatan budaya.

Namun, jika waktu persiapan prosesi pingitan kamu sangat mepet sekali, sehingga tidak memungkinkan melaksanakan pingitan hal itu tidak jadi masalah, namun pastikan semuanya atas izin keluarga ya.


Share :