Banyak yang bertanya-tanya tentang misteri tali pocong. Ada kabar yang menyebutkan jika tali pocong lupa dilepas atau tidak dilepas sebelum pemakaman, si mayat akan menjadi pocong gentayangan.
Meski kita diwajibkan untuk percaya dengan adanya makhluk alam gaib seperti jin dan setan, namun mitos tentang pocong bukanlah kepercayaan yang harus diyakini. Mitos itu bertujuan membuat manusia menjadi takut pada hal gaib selain Allah SWT. Lalu bagaimana Islam memandang fenomena tersebut?
Mitos tentang kisah awal munculnya makhluk gaib bernama pocong ternyata cukup meraih sukses di kalangan masyarakat Indonesia. Imajenasi manusia yang membuat mitos tersebut menjadi subur sampai sekarang. Dan ditambah dengan film yang memperlihatkan sosok pocong sebagai setan yang menyeramkan.
Melihat fenomenal tersebut, Islam memberikan pandangan bahwa hal itu merupakan mitos yang tidak mendasar dan masuk dalam kurafat. Artinya mereka hanya mengada-ada yang pada akhirnya membuat mereka lebih memilih mengedepankan mitoss dibandingkan dengan keimanan.
Melepas ikatan tali kafan dalam agama Islam memang salah satu anjuran dari Nabi Saw. dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al Atsram yang berasal dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah Saw. bersabda: "Apabila kalian memasukan mayit kedalam lahad maka lepaslah ikatannya."
Secara hakikat, setiap yang mati tidak akan membawa apapun dari dunia selain amal salih. Bahkan untuk mengingat tali kafan yang belum dilepas pun tak akan pernah terfikir oleh sang mayit. Karena, yang ada di pikiran sang mayid hanyalah selamat dari siksa kubur dan mendapat tempat terbaik disisi-Nya.
Yakinlah bahwa jiwa ataupun ruh yang telah Allah panggil melalui kematian akan tetap dalam genggaman-Nya. Alangkah baiknya kita bermuhasabah diri untuk menjadi lebih baik. Karena, setiap kita juga akan dibalut dengan kain kafan dan dimasukkan ke liang lahat. Disitulah kita diminta pertanggung jawaban atas apa yang kita lakkukan di dunia ini. Bukannya malah ketakutan dengan sosok bernama pocong.