Sosok KH Maruf Amin memang kini banyak dikenal banyak orang. Tak hanya itu saja bahkan, belum lama ini kakek buyut KH Maruf Amin sempat mengegerkan publik.
Namun tak hanay itu saja pasalnya fakta dari kakek buyut KH Maruf Amin tersebut sampai membuat heboh pemerintah Arab Saudi.
Rupanya dilansir dari berbagai sumber, kakek buyut KH Maruf Amin tersebut merupakan salah satu ulama Indonesia yang sangat dihormati di Arab Saudi.
Tak hanaya itu saja bahkan beliau merupakan ulama yang merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati itu yakni bernama Syekh Nawawi Al-Bantani.
Guru dari KH Hasyim Asyari atau Mbah Hasyim yang mendirikan Nahdlatul Ulama dan juga KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah ini lahir di Banten dan meninggal di Mekkah.
Tak hanya itu saja ulama yang satu ini sangat terkenal dan dihormati masyarakat Indonesia. Apalagi semasa hidupnya ia memiliki ilmu yang luas dan budi pekerti yang luhur.
Maka tak heran jika hal ini membuat banyak orang ingin berguru kepadanya.
Namun tak hanay itu saja beliau meninggal di Arab Suadi, mau tak mau jenazahnya pun harus mengikuti aturan pemerintah disana.
Bahkan tak hanya itu saja rupanya Pemerintah Arab Saudi mempunyai kebijakan bahwa jenazah yang telah dikubur selama beberapa tahun kuburannya harus digali.
Bahkan tulang belulang jenazah kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain demi efisiensi pemakaman.
Bahkan lubang kubur yang telah dibongkar akan dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti.
Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Bahkan termasuk pula pada jenazah Syaikh Nawawi Al-Bantani yang meninggal pada tahun 1898.
Tak hanya itu saja bahkan pada saat kuburnya berusia 3 tahun, datanglah seorang petugas dari pemerintah kota Makkah untuk menggali kuburnya.
Namun yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya Bahkan yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh.
Bahkan tidak kurang satu apapun, tidak ada lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti umumnya jenazah yang telah lama dikuburkan.
Bahkan kain putih kafan penutup jasad beliau tidak sobek dan tidak lapuk sedikit pun. Sontak kejadian ini mengejutkan para petugas yang sedang membongkar makamnya.
Bahkan tak hanya itu saja pasalnya mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan melaporkan apa yang telah dilihatnya.
Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan.
Langkah bijak lalu diambil.Pemerintah Arab Saudi melarang membongkar makam Syekh Nawawi Al-Bantani. Jasadnya lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makamnya tetap berada di Ma'la, Makkah.
Namun tak hanya itu saja rupanya jenazah Syekh Nawawi Al-Bantani ini bukanlah satu-satunya jenazah yang tetap utuh meski telah dikubur.
Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan jasad yang tetap utuh di Blitar, padahal sudah terkubur selama kurang lebih 31 tahun lalu.
Rupanya jenazah Syekh Nawawi Al-Bantani ini bukanlah satu-satunya jenazah yang tetap utuh meski telah dikubur. Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan jasad yang tetap utuh di Blitar, padahal sudah terkubur selama kurang lebih 31 tahun lalu.
Lantas masih adakah jenazah yang tetap utuh setelah dikubur cukup lama?
1. Abdulah Mukmin
Jasad Abdullah Mukmin diketahui juga masih utuh saat dilakukan pembongkaran. Padahal, makam tersebut sudah berumur sekitar 26 tahun.
Bahkan, kain kafan pembungkus jenazah pun masih utuh.Pembongkaran makam itu dilakukan lantaran adanya proyek pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota Tangerang.
Kuburan Kiai Abdullah Mukmin sebelumnya berada di sekitar musala, tidak jauh dari perumahan keluarga di Benda, Tangerang.
Lantaran terdampak penggusuran, makam tersebut akhirnya dibongkar dan dipindah tidak jauh dari lokasi awal. Semasa hidupnya, Abdullah Mukmin adalah seorang tokoh agama di daerah tersebut.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Agama Tangerang Selatan pada tahun 80-an.
2. Hariroh binti Arsyad
Pemindahan sebuah makam di Benda, Tangerang, pada 27 Desember 2018 lalu, pun turut menghebohkan warga.
Pasalanya, jasad yang diketahui bernama Hariroh binti Arsyad itu masih tetap utuh.
Namun tak hanya itu saja padahal makam tersebut sudah berumur sekitar 12 tahun lamanya. Pemindahan makam dilakukan lantaran adanya suatu hal yang tidak bisa dijelaskan oleh pihak keluarga.
Penggali kubur, keluarga dan beberapa masyarakat sempat terkejut melihat kondisi jasad yang masih tetap utuh.
Kain kafannya juga tidak sobek sedikit pun. Menurut keluarga dan masyarakat setempat, semasa hidup Hariroh dikenal sebagai guru ngaji dan pengajar Seni Baca Alquran (SBQ).
3. Mbah Mukri
Saat proses pemindahan 130 makam warga di Dramaga, Bogor beberapa waktu yang lalu, warga sempat dikejutkan dengan ditemukannya enam jasad yang masih utuh.
Pemindahan makam itu dilakukan lantaran pemakaman tersebut terdampak pembesasan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Lingkar Dramaga (JLD) Bogor.
Tak hanya itu saja bahkan enam jasad yang ditemukan itu dalam keadaan masih utuh setelah dimakamkan selama 30 tahun lamanya.
Keenam jenazah tersebut terdiri dari empat jasad orang dewasa dan dua anak-anak. Salah satunya adalah adalah Mbah Mukri. Ia adalah salah satu tokoh agama di daerah tersebut.
Sementara lima jasad lainnya adalah Mbah Rojak, Iyos, Isah, Caci, dan Mami. Mereka adalah tokoh agama dan masyarakat di daerah Kampung Manggis, Dramaga, Bogor.
4. Anwar Sudibyo
Makam Kiai Anwar Sudibyo juga cukup membuat terkejut saat dibongkar beberapa waktu lalu, tidak hanya jasadnya saja, kain kafan pembungkus jenazahnya pun diketahui masih utuh.
Padahal Kiai Anwar Sudibyo dimakamkan pada tahun 1998 silam.
Namun, setelah 31 tahun lamanya, jasadnya masih utuh dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Semasa hidup, Anwar Sudibyo dikenal aktif di Organisasi Masyarakat (Ormas) Nahdlatul Ulama (NU). Ia merupakan alumnus Pondok Pesantren Apis Gondang, Blitar.