Mengenal Adat Nganggung, Tradisi Membawa Dulang Tertutup Tudung Saji ke Masjid di Bangka Belitung

Mengenal Adat Nganggung, Tradisi Membawa Dulang Tertutup Tudung Saji ke Masjid di Bangka Belitung

Anisa Br Sitepu
2020-05-06 19:03:21
Mengenal Adat Nganggung, Tradisi Membawa Dulang Tertutup Tudung Saji ke Masjid di Bangka Belitung
Tradisi adat nganggung di Bangka Belitung (Foto:Istimewa)

Adat Nganggung adalah tradisi masyarakat Kabupaten Bangka. Dimana setiap keluarga membawa 1 dulang dengan isi berbagai penganan yang tertutup tudung saji.

Selain itu,  adat nganggung juga disebut sebagai Sepintu Sedulang karena dalam acara tersebut setiap keluarga membawa dulang. 

Nama Sepintu Sedulang kemudian menjadi nama lain dari kabupaten Bangka, yakni bumi Sepintu Sedulang.

Sepintu Sedulang digelar pada saat perayaan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Miraj, menyambut tamu penting, maupun jika ada warga kampung yang meninggal dunia.

Warga masyarakat akan membawa dulang berisi penganan ke masjid untuk memperingati meninggalnya keluarga mereka pada saat 3 hari, 7 hari, 25 hari, 40 hari, dan 100 hari. 

Sebelum isi dulang disantap akan dibacakan doa oleh tokoh agama setempat ataupun imam masjid kampung. Adat ini merupakan cerminan dari kegotongroyongan masyarakat setempat.


Share :

HEADLINE  

Klarifikasi Ariel Noah Usai Sindiran Ahmad Dhani

 by Ramadhan Subekti

April 03, 2025 17:00:00


Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00