Semasa Rasulullah Ternyata Azan Subuh Dikumandangkan Dua Kali

Semasa Rasulullah Ternyata Azan Subuh Dikumandangkan Dua Kali

Yuli Nopiyanti
2020-04-26 05:00:00
Semasa Rasulullah Ternyata Azan Subuh Dikumandangkan Dua Kali
Ilustrasi orang sedang menumandangkan azan (Foto:Dok.Istimewa)

ADA sebagian dari hadits shahih yang memang wajib dijalankan dan berdosa bila ditinggalkan. Tetapi ketentuan itu tidak berlaku pada semua hadits shahih. Mengapa demikian? Sebab kita juga menemukan banyak sekali hadits shahih yang ternyata hukumnya tidak wajib untuk dikerjakan, tetapi hanya sebatas sunnah atau mubah saja, tidak sampai menjadi kewajiban. Maka meninggalkannya tidak lantas membuat kita berdosa.



Bahkan beberapa hadits shahih itu ada yang hukumnya justru makruh kalau dikerjakan, hingga sampai batas diharamkan. Alih-alih berdosa, justru hukumnya wajib ditinggalkan. Kita menemukan banyak sekali hadits shahih yang mana secara hukum boleh kita tinggalkan dan tidak mengapa bila kita tidak mengerjakannya. Dan kita tidak berdosa bila meninggalkannya.



Adzan Shubuh di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dilantunkan dua kali, yang pertama sebelum masuk waktu shubuh dan yang kedua tepat ketika terbit fajar dan masuk waktu Shubuh.


Hal itu bisa kita baca dalam hadits Bukhari berikut ini: Dari Ibnu Masud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Jangan sampai adzan Bilal menghentikan makan sahur kalian, karena dia adzan untuk mengingatkan orang yang shalat malam di masjid agar kembali ke rumah, dan untuk membangunkan orang yang tidur". (HR. Bukhari)



Dinukilkan oleh Ibnu Jarir bahwa para ulama telah berijma menetapkan adzan sebelum waktu tidaklah sah. Hendaklah adzan itu dilakukan apabila telah masuk waktu, kecuali untuk shalat shubuh. Untuknya sah dilakukan adzan sebelum waktunya.


Demikianlah pendapat Malik, Asy Syafii, Ahmad, Al Auzai, Abu Yusuf, Abu Tsaur, Ishaq dan Daud. Imam Malik, Asy Syafii, Ahmad, Al Auzai, Abu Yusuf, Abu Tsaur, Ishaq, Daud dan jumhur ulama menetapkan: Dua Adzan untuk shalat shubuh.


Tetapi coba kita perhatikan ke sekeliling kita, dimana ada adzan shubuh yang dilantunkan dua kali? Agak jarang kita temukan, kecuali hanya di tempat-tempat tertentu saja, seperti di Madinah Al-Munawwarah sekarang ini. Lantas apakah kita semua umat Islam jadi berdosa gara-gara tidak melantunkan adzan Shubuh dua kali? Tidak seorang pun dari ulama yang mengatakan hal itu.


Mereka hanya sebatas mengatakan bahwa disunnahkan untuk mengamalkannya, tetapi bila ditinggalkan pun tidak berdosa, meskipun haditsnya shahih.



Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00