Inilah Menu Sahur Kaya Protein yang Membantu Cegah Lemas Selama Berpuasa

Inilah Menu Sahur Kaya Protein yang Membantu Cegah Lemas Selama Berpuasa

Yuli Nopiyanti
2020-04-23 17:02:57
Inilah Menu Sahur Kaya Protein yang  Membantu Cegah Lemas Selama Berpuasa
Ilustrasi makanan yang mengandung protein (Foto:Dok.Istimewa)

Tidak dapat dimungkiri, berpuasa seharian menahan lapar dan haus, dapat menyebabkan rasa lesu dan lemas.



Untuk menjaga kebugaran tubuh selama puasa, mengatur menu sahur kaya protein bisa jadi salah satunya.



Seperti dituturkan Mochammad Yuwono, dosen Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga Surabaya.



Tak hanya itu saja bahkan Yuwono juga menyarankan, menu makanan sahur sebaiknya mengandung protein yang cukup tinggi,  seperti da­ging, ikan, susu, telur, keju (protein hewani) serta buncis, kacang hijau, kedelai, dan sebagainya (protein nabati).



Menurut salah satu peneli­tian, pada puasa hari pertama dan kedua, glikogen pada hati secara cepat menurun sampai 10 persen,  tetapi kadar glukosa dalam darah relatif konstan.



Memilih minuman yang manis (bergula). Karena rasa loyo badan berkaitan dengan kadar gula dalam darah, maka minuman sahur hendaknya yang berasa manis, bukan air putih. Rasa manis ini bisa diperoleh dari gula (tebu), madu atau gula jenis lainnya. Jangan menggunakan pemanis buatan, karena pemanis ini tidak berkalori.



Melakukan makan sahur pada kesempatan terakhir. Maksudnya adalah melakukan sahur pada saat-saat akhir waktu sahur berakhir. Mengapa? Secara logika, jika makan sahur makin mendekati waktu imsak, tentunya proses pencernaan akan lebih tertunda. Akibatnya, rangsangan lapar dan rasa loyo badan pun akan tertunda pula.



Menghindari porsi makan sahur melebihi takaran lazim. Seperti dijelaskan sebelumnya, makan sahur yang berlebihan ternyata membuat Anda menjadi lesu, ngantuk, dan kurang gairah di pagi hari.



Tetap melakukan aktivitas kerja secara normal. Di dalam tubuh terdapat hormon-hormon berperan untuk mening­katkan kadar gula darah, yang bekerja melawan hormon insulin. Berdasarkan percobaan, hormon-hormon antiinsulin ini lebih aktif bekerja apabila Anda melakukan aktivitas.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00