Tiap tahun di tanggal 22 April, diperingati sebagai Hari Bumi. Tagar #HariBumi menjadi trending topic di Twitter, Google juga menandainya lewat Google Doodle.
Hari Bumi memasuki edisi spesial tahun ini dengan peringatan ke-50. Hari Bumi diperingati pertama kali pada 1970 setelah muncul kesadaran efek pencemaran lingkungan di tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya, polusi udara dan pembuangan limbah dari pabrik.
Senator Gaylord Nelson, seorang senator junior dari Winsconsin, yang terpilih di Senat Amerika Serikat (AS) tahun 1962, mendobrak kenyamanan pemerintah dengan menggaungkan bumi sedang tak baik-baik saja. Nelson menyampaikan gagasan Hari Bumi dalam sebuah konferensi pers di Seattle pada musim gugur 1969.
Pidatonya menjadi embrio bahan kuliah di kampus-kampus dan memancing mahasiswa turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York. Tidak kurang dari 1.500 perguruan tinggi dan 10.000 sekolah berpartisipasi dalam unjuk rasa di New York, Washington, dan San Francisco. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970.
Nelson menyebut fenomena ini sebagai ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan dengan masyarakat umum sungguh peduli. Hari Bumi pun menjadi kesempatan pertama sehingga mereka benar-benar dapat berpartisipasi dalam suatu demonstrasi yang meluas secara nasional.
Pemerintah merespons positif kampanye itu. Mulailah diatur undang-undang lingkungan, di antaranya UU Udara Bersih, UU Peningkatan Kualitas Air, UU Spesies Terancam Punah, UU Pengawasan Zat Beracun dan Pertambangan, serta UU Reklamasi.
Hari ini #HariBumi menjadi salah satu topik yang paling diperbincangkan di Indonesia. Muncul juga tagar #EarthDay.
Sementara itu, Google membuat Google Doodle dengan tema Hari Bumi. Google berkolaborasi dengan The Honeybee Conservancy dalam menyajikan Google Doodle di Hari Bumi itu.