Dalam sepekan ini, dua fenimena aneh muncul di Kota Solo dan perairan Kota Probolinggo.
Pasalnya, di akhir oekan lalu di Kota Solo Jawa Tengah tiba-tiba ribuan cacing keluar dari dalam tanah.
Kemudian, kemarin di perairan Pelabuhan Tanjung Tembaga dan pelabuhan perikanan pantai di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mendadak muncul banyak ubur-ubur.
Kemunculan ubur-ubur di perairan Kota Probolinggo tersebut ternyata tidak membuat warga terkejut, bahkan warga menonton fenomena tersebut. Yuk simak 2 fakta kemunculan ubur-ubur tersebut.
1. Jadi Tontonan Warga
Salah seorang warga di sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga mengatakan bahwa munculnya ubur-ubur tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar.
Meski kemunculan ubur-ubur itu dianggap fenomena yang lumrah terjadi setiap tahun, namun tak sedikit warga yang tetap penasaran ingin menyaksikan.
“Bagi kami ini hiburan. Tapi, warga yang biasanya mandi di laut baik untuk terapi maupun untuk berlibur, harus menundanya karena ubur-ubur ini bikin gatal tubuh,” kata warga.
2. Muncul Hampir Sepekan
Kemunculan ubur-ubur di kawasan tersebut diletahui sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Oleh karena itu, warga atau pemerintah daerah setempat biasanya membiarkan, karena ubur-ubur itu biasanya akan hilang dengan sendirinya.
3. Peralihan Musim Hujan ke Kemarau
Seorang warga bernama Neli yang berada di sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga mengatakan, di lokasi itu, ubur-ubur memang selalu muncul tiap tahun. Biasanya di saat peralihan musim, dari musim hujan ke musim kemarau, atau sebaliknya.
Tak jauh berbeda dengan sebuah fenomena yang terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah yaitu munculnya ribuan cacing.
Pasalnya, ribuan cacing tiba-tiba keluar dari dalam tanah sejak pagi hari.
Oleh sebab itu, pedagang Pasar Gede Solo dikagetkan dengan ratusan cacing yang keluar secara tiba-tiba dari tanah di tengah pandemi corona atau covid-19. Ribuan cacing tersebut keluar sekitar pukul 05.30 WIB di taman sisi timur Pasar Gede, Solo.
Menanggapi hal itu, Pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono mengatakan, munculnya cacing dari dalam tanah dengan jumlah banyak itu diduga karena fenomena alam.