Indonesia memang kaya akan keanekaragaman jenis dan cita rasa kuliner nusantaranya. Tidak terkecuali dengan Simalungun, kabupaten yang berjarak 30 menit dari Ibu Kota Sumatera Utara, Medan. Kuliner khas Simalungun sering dihidangkan pada prosesi upacara adat Batak yang diselenggarakan tiap tahunnya.
Berikut inilah 6 kuliner dan makanan khas Simalungun yang wajib kalian cicipi saat berwisata ke kabupaten yang terletak di bagian selatan Kabupaten Deli Serdang ini.
1. Dayok Nabinatur, Kuliner Simalungun yang Sudah Dipatenkan
Dayok Nabinatur ternyata punya ikatan sejarah dengan Kerajaan Simalungun, jadi dahulu Dayok Nabinatur hanya diperuntukkan bagi anggota kerajaan saja. Dalam proses pembuatannya, Dayok Nabinatur ini hanya boleh diolah oleh kaum adam, kalau sekarang sih siapa pun sudah bisa.
Mencicipi makanan yang satu ini bakal bikin kamu nagih, apalagi Dayok Nabinatur sudah ditetapkan pula menjadi salah satu warisan budaya yang berarti mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Keunikan dari Dayok Nabinatur terletak pada bentuk penyajiannya. Setelah dimasak, Dayok Nabinatur akan ditata atau disusun sesuai ketika masih hidup. Sesuai arti dari Dayok Nabinatur sendiri.
Dayok Nabinatur yang berbahan dasar ayam ini juga punya peranan cukup penting bagi tradisi adat Etnis Simalungun. Nah jika ada yang hendak merantau, Dayok Nabinatur dihidangkan ketika orangtua ingin memberikan wejangan kepada sang anak.
2. Nitak Simalungun
Selain Simalungun, Nitak juga merupakan salah satu jenis makanan khas Batak yang juga dibanggakan oleh etnis lainnya seperti Toba dan Pakpak. Tetapi, Nitak Simalungun lebih kaya akan rempah seperti tepung beras, kelapa gongseng, gula merah, lada, kelapa parut dan garam.
Semua bahan dicampur dengan menggunakan alat tumbuk tradisional yakni Lesung hingga bertekstur padat. Setelah tercampur merata, Nitak kemudian dibentuk dan siap dihidangkan. Uniknya, Nitak Simalungun biasanya disajikan dengan pisang dan telur bulat yang sudah matang.
Nitak juga menjadi makanan khas yang sering disajikan di acara adat pernikahan Simalungun, bahkan pengantin wanita wajib membuat Nitak untuk diberikan kepada sang suami.
3. Tinuktuk, Makanan Khas 'Sambal' Ala Simalungun
Sambal andaliman memang sudah jadi ciri khas kuliner dari Sumatera Utara, sama seperti Tinuktuk dari Simalungun yang bikin lidah bergoyang ini. Selain cabai, ditambahkan juga kencur, andaliman dan jahe merah.
Cara membuat Tinuktuk juga sangat sederhana, seluruh bahan dihaluskan dan siap untuk dicampurkan dengan makanan lain atau langsung dilahap bersama nasi. Sayangnya, cukup jarang rumah makan di Simalungun yang menyajikan Tinuktuk, jadi harus diolah sendiri.
4. Kuliner Simalungun Hinasumba yang Punya Rempah Khusus
Dari semua jenis kuliner Simalungun, Hinasumba ini paling susah untuk dibuat. Salah satu bahan dasar wajib dari Hinasumba adalah Sikkam, sejenis pohon yang sering juga disebut dengan Balakka namun cukup sulit ditemukan.
Terbuat dari daging ayam cincang, ciri khas Hinasumba terletak pada warna makanan Simalungun ini yang berwarna merah mencolok. Banyak orang mengakui jika membuat Hinasumba bukanlah perkara mudah, karena setiap proses pembuatannya membutuhkan ketelitian.
5. Labar, Makanan Tradisional Simalungun dari Singkong
Cara membuat Labar ini gampang, kamu hanya perlu menyediakan bahan dasar yakni daging ayam yang sudah dipanggang, cabai, kelapa parut, singkong, lengkuas, sereh, kemiri dan lada.
Keseluruhan bumbu dan daging ayam kemudian dihaluskan alias dicincang. Setelah itu bisa disajikan dan disantap dengan nasi. Uniknya, Labar Simalungun ini sering juga dijadikan 'tambul' saat meminum tuak.
6. Randu, Kuliner Simalungun yang Kini Jarang
Randu sering disajikan sebagai makanan sehari-hari, terbuat dari campuran berbagai jenis sayur seperti pucuk labu, buah labu, daun ubi rambat, daun ranti (lahutu) dan bayam menir. Bumbu-bumbunya yakni cabai, bawang, jahe dan tidak ketinggalan juga Andaliman.
Cara memasak Nani Randu Simalungun ini gampang, pertama masak beras menir hingga lumayan matang kemudian masukkan seluruh jenis sayur yang diolah. Jangan lupa untuk menghaluskan bumbu-bumbu terlebih dahulu.