Viral! Muncul Video Pria Mengaku Ketua Anarko Sindikalis Indonesia, Polisi: Kami Sedang Selidiki

Viral! Muncul Video Pria Mengaku Ketua Anarko Sindikalis Indonesia, Polisi: Kami Sedang Selidiki

Ahmad
2020-04-16 11:32:18
Viral! Muncul Video Pria Mengaku Ketua Anarko Sindikalis Indonesia, Polisi: Kami Sedang Selidiki
Foto: Istimewa

Jagat Media dihebohkan dengan sebuah video berdurasi 1 menit 29 detik yang merekam seorang pria bertelanjang dada bernama Pius. Dalam video itu, Pius mengaku sebagai ketua  Anarko Sindikalis Indonesia dan menyebut dirinya dengan julukan A1. 


"Nama saya Pius Laut Labungan tempat lahir Ambon 7 Juni 1995. Saya adalah A1, saya Ketua Anarko Sindikalis Indonesia dengan tujuan tatanan dunia baru tanpa pemerintahan," kata Pius seperti dikutip Correcto.id, Kamis 16 April 2020.




Tak hanya memperkenalkan dirinya, Pius juga menyatakan adanya anggota anarko lainnya yang memiliki tugas dan julukan berbeda dalam kelompok Anarko.


"Saya punya A2 bernama Johan yang bertugas dalam pencarian dana. Saya punya A3 Andreas Tagala yang bertugas sebagai koordinator lapangan. A4 Siamanaloho, yang bertugas sebagai pemberi doktrin," lanjut Pius.


Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, polisi tengah menyelidiki pernyataan yang dilontarkan Pius tersebut. 


Kini, kata Jerry, penyelidikan kasus tersebut ditangani oleh jajaran Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. 


"Itu video sudah kita kasih ke (Subdit) Kamneg sebagai bahan penyidikan mereka," kata Jerry. Jerry menjelaskan, awalnya Pius ditangkap oleh jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas kasus pencurian. Pius ditangkap di daerah Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu 12 April 2020.


Sementara itu, pernyataan Pius yang mengaku sebagai Ketua Anarko Sindikalis itu dilontarkan saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. 


"Kita hanya menangani kasus pencuriannya, pencurian helm petugas polantas," ungkap Jerry. 


Sebelumnya diberitakan, polisi telah menangkap tiga tersangka vandalisme yakni Rizky, RH dan RJ yang mengaku tergabung dalam kelompok Anarko. Mereka melakukan coretan atau vandalisme dengan tulisan provokatif yang tersebar sedikitnya di empat lokasi kawasan Tangerang.


Ada tiga coretan yang dilakukan para pelaku yakni 'kill the rich' atau bunuh orang-orang kaya, 'sudah krisis, saatnya membakar' dan 'mau mati konyol atau mati melawan'. Mereka menyatakan kelompok Anarko telah memiliki rencana aksi vandalisme secara bersama pada beberapa kota besar di Pulau Jawa pada 18 April 2020. 


Aksi tersebut dilakukan untuk membuat gaduh di tengah wabah Covid-19. 


Sekedar informasi, kelompok Anarko selama ini cukup dikenal dengan aksinya melakukan vandalisme. Kelompok tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bandung dan beberapa kota yang masuk dalam Pulau Jawa.


Share :