Walkot Medan Minta Warga di Jabodetabek Agar Tidak Pulang ke Medan

Walkot Medan Minta Warga di Jabodetabek Agar Tidak Pulang ke Medan

Dedi Sutiadi
2020-04-04 23:00:00
Walkot Medan Minta Warga di Jabodetabek Agar Tidak Pulang ke Medan
Wali Kota Medan, Akhyar Nasution (Foto: Istimewa)

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengimbau kepada seluruh warga Medan yang saat ini berada di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar tidak pulang dulu ke Medan dan sekitarnya. 


Imbauan disampiakan guna mencegah makin meluasnya wabah virus corona (Covid-19), di Provinsi Sumatra Utara, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya.


Imbauan tersebut disampaikan Akhyar lewat rekaman video yang beredar, Selasa 31 April 2020. 


Dalam video yang berdurasi 1 menit 24 detik itu, dia meminta agar warga Medan yang berada di Jabodetabek untuk tidak kembali ke Kota Medan dalam waktu satu bulan ke depan.


"Khusus untuk saudara ku yang berasal atau saat ini sedang berada di Jabodetabek. Kami bermohon kepada saudara-saudaraku di sana, kami bermohon satu bulan kedepan agar jangan pulang dulu ke Medan dan sekitarnya," ujar Akhyar.


Menurutnya, Jabodetabek merupakan daerah yang paling banyak penyebaran virus corona. Dengan tidak kembali ke Medan, maka penyebaran virus corona akan bisa dicegah.


"Kami bermohon satu bulan ke depan agar jangan pulang dulu ke Medan dan sekitarnya, karena berdasarkan fakta ODP dan PDP dan positif corona di Medan dan di Sumut, umumnya mayoritas berasal dari sekitaran sana, untuk memutuskan mata rantai tersebut," jelasnya.


"Sekali lagi imbauan saya, kepada saudara-saudaraku yang berada di Jabodetabek agar sebulan kedepan tolong tahan diri untuk tidak pulang ke Medan. Kepada saudaraku yang berada di Medan jangan dulu ke episentrum penularan covid-19 ini," imbuhnya.


Sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan merilis jumlah masyarakat Kota Medan yang terpapar virus corona. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi menyebut, sampai hari ini jumlah ODP yakni 495 orang, PDP 58. "Positif covid-19 ada 5 orang, meninggal dunia positif ada 1, PDP ada 3 orang," kata Edwin.


Berdasarkan data yang diberikan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) pada 31 Maret 2020 mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan data sehari sebelumnya.


Berdasarkan data pada 30 Maret 2020 jumlah ODP 517, PDP 62, positif covid-19 5 orang. Meski ada penurunan, jumlah kejadian kasus virus corona di Kota Medan meningkat dengan cepat, baik dari angka kematian, positif covid-19, ODP dan PDP.


Mobilitas masyarakat di luar rumah, disebut Edwin menjadi salah satu faktor penyebab angka mengalami peningkatan. Sehingga, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk hidup sehat dengan rajin-rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak dengan orang lain.


"Masyarakat supaya tetap di rumah, kecuali yang bertugas, supaya yang sehat tidak tertular, yang sakit tidak menularkan dan bisa disembuhkan," imbuhnya.


Pewarta: Ekel Sembiring

Editor: Dedi Sutiadi


Share :