Apa itu Hanta Virus? Bagaimana Bisa Menular ke Manusia?

Apa itu Hanta Virus? Bagaimana Bisa Menular ke Manusia?

Dedi Sutiadi
2020-03-24 22:30:53
Apa itu Hanta Virus? Bagaimana Bisa Menular ke Manusia?
hantavirus. (Gambar: Istimewa)

Di tengah wabah virus corona yang melanda, jagad netizen Indonesia dipanikan dengan tagar #Hantavirus di papan trendin twitter Indonesia. Lantas apa itu Hanta Virus, dan Bagaimana bisa terjankit pada manusia?


Merujuk berita yang dilansir @IndiaToday seorang warga di Cina telah meninggal dunia disebabkan oleh hantavirus.  sontak hal ini membuat geger masyarakat, khususnya netizen Indonesia.


Apa itu hantavirus?


Menurut Centre for Disease and Prevention (CDC), tidak seperti coronavirus yang menyebar di udara, Hantavirus disebabkan oleh tikus.


“Infestasi hewan pengerat di dalam dan sekitar rumah tetap menjadi risiko utama paparan Hantavirus"


"Bahkan orang sehat pun berisiko terkena infeksi HPS jika terpapar virus, ”kata Global Times.


Ini tidak ditularkan dari manusia ke manusia, tetapi lebih dari tikus yang membawa virus dengan manusia.


Diketahui, Hantavirus Dunia Baru dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS).


Sementara Hantavirus Dunia Lama dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).


Gejala


Hantavirus memiliki masa inkubasi yang kecil dan gejalanya hampir mirip dengan coronavirus yang berkembang lebih dari 1 hingga 8 minggu.


Gejala awal untuk Hantavirus Pulmonary Syndrome termasuk demam, sakit kepala, sakit otot terutama di paha, pinggul, punggung.


Orang yang terinfeksi Hantavirus juga dapat mengalami pusing, kedinginan, mual, muntah, diare.


Orang tersebut mengalami batuk dan sesak napas jika terjadi gejala lanjut yang bisa berakibat fatal pada beberapa kasus.


Gejala dalam kasus Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal berkembang dalam satu hingga dua minggu.


Gejala awal termasuk sakit kepala hebat, sakit punggung dan perut, demam, kedinginan, mual, dan penglihatan kabur.


Dalam kasus gejala lanjut, orang tersebut mengalami tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut.


Menyembuhkan


Tidak ada perawatan khusus, penyembuhan atau vaksin selain perawatan medis dan ICU.


Terapi oksigen akan diberikan untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan.


Semakin awal pasien mencapai ICU, semakin baik.


Walaupun kemungkinannya untuk mewabah cukup kecil, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dengan virus ini. Cara pencegahan yang paling tepat adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tinggal. Jangan melakukan kontak apa pun dengan tikus, begitu pula dengan kotoran dan urinenya. 


Mungkin sudah usang mendengar, untuk rajin mencucui tangan terutama setelah memegang benda-benda yang kotor. Apalagi yang memiliki kemungkinan terkontaminasi oleh kotoran tikus. Dengan begitu, risiko penularan pun dapat diminimalkan. 


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00