Ketua DPR Meminta Pemerintah Cermat Tentukan Langkah Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS

Ketua DPR Meminta Pemerintah Cermat Tentukan Langkah Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS

Ahmad
2020-02-10 14:20:47
Ketua DPR Meminta Pemerintah Cermat Tentukan Langkah Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Istimewa

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar pemerintah Indonesia tidak tergesa-gesa untuk memutuskan opsi pemulangan sekitar 600 orang warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).


Kemudian, dia mengatakan pemerintah harus cermat menentukan langkah. Sebab belum bisa dipastikan apakah semua orang itu masih mengakui Indonesia sebagai negara mereka.


"Jangan terburu-buru, kita lihat dulu seperti apa situasinya dan kondisinya di sana. Apakah mereka itu masih mengakui sebagai warga negara Indonesia?" kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 10 Februari 2020.


Lebih lanjut, Puan juga menyoroti terkait kepemilikan paspor oleh para mantan kombatan ISIS tersebut. Sebab, dia melanjutkan beberapa waktu lalu ada kabar pembakaran paspor oleh para WNI yang bergabung dengan ISIS.


Cucu dari Soekarno itu bilang pemerintah harus mencermati apakah mereka sudah secara sukarela menanggalkan status WNI untuk bergabung dengan ISIS.


"Kalau dirinya saja sudah tidak mau menjadi warga negara Indonesia, tentu saja pemerintah harus memperhatikan langkah-langkah yang lebih cermat dan lebih antisipatif untuk bisa memulangkan mereka," ucap dia.


Sebelumnya, wacana pemulangan WNI eks ISIS mencuat usai pidato Menteri Agama Fachrul Razi. Beberapa media mengutip Fachrul bahwa Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sedang mengkaji rencana pemulangan WNI eks ISIS.


Secara terpisah, Kepala BNPT Suhardi Alius menegaskan belum ada rencana pemulangan WNI eks ISIS. Dia menjelaskan BNPT hanya mendapat informasi dari beberapa lembaga intelijen nasional terkait keberadaan eks ISIS yang mengaku sebagai WNI.


"Sampai sekarang belum ada [rencana pemulangan]. Yang ada, harus saya ulang sekali lagi, informasi yang kami dapatkan dari BNPT dari beberapa komunitas internasional, apakah saluran intelijen atau badan-badan internasional, sekian puluh ribu FTF dan keluarganya yang sekarang ada di Syria. Di beberapa kamp itu di antaranya ada kurang lebih 600-an pengakuannya WNI," kata Suhardi dalam jumpa pers di Gedung BUMN, Jakarta, Jumat 7 Februari 2020.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00