Menanggapi beberapa negara yang sudah menghentikan penerbangan, termasuk Indonesia. Otoritas Penerbangan Sipil China mendesak maskapai domestik untuk tetap terbang ke rute internasional.
Dikutip Kompas, Rabu 5 Februari 2020, kantor berita setempat Xinhua memberitakan desakan itu untuk menanggapi penurunan permintaan karena merebaknya virus corona. Permohonan itu tertera pada akun Xinhua di aplikasi pesan instan, Weibo.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus bahkan mengatakan, larangan bepergian sebetulnya tidak perlu.
Dalam pekan ini, seperti yang dikatakan oleh OAG Aviation Worldwide Ltd, mengalami perubahan yang cukup dramatis. Hal itu karena adanya virus corona. Sampai dengan saat ini setidaknya terdapat 25.000 penerbangan lebih ke dan dari China dibatalkan.
Data VariFlight menunjukkan, sebanyak 41 maskapai penerbangan China telah membatalkan 2/3 dari 16.623 penerbangan pada Selasa pukul 10.30 waktu Beijing.
Selain itu, 10 maskapai regional dari Hong Kong dan Taiwan telah membatalkan 162 penerbangan. Adapun 37 maskapai dari negara lain membatalkan 168 penerbangan pada hari yang sama.
Secara akumulasi, telah ada sekitar sekitar 90.000 penerbangan dibatalkan sejak 10 Januari-3 Februari. 10.000 jadwal penerbangan pun dihapus setiap hari sejak awal Februari.