Jadi Induk Holding Farmasi, BUMN Resmi Tunjuk Bio Farma

Jadi Induk Holding Farmasi, BUMN Resmi Tunjuk Bio Farma

adminweb
2020-02-03 09:55:56
Jadi Induk Holding Farmasi, BUMN Resmi Tunjuk Bio Farma
Foto: Istimewa

Kementerian Badan Usaha Milik Negara meresmikan berdirinya Holding Farmasi yang terdiri dari Bio Farma sebagai induk holding, bersama PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk.


Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengharapkan dengan adanya holding ini, produk farmasi dapat tersebar secara merata ke seluruh pelosok negeri, dan inovasi dari anggota holding farmasi untuk menciptakan suatu produk baru. 


Honesti mengatakan pembentukan holding farmasi untuk perkuatan kemandirian industri farmasi, meningkatkan ketersediaan produk, dan menciptakan inovasi bersama untuk penyediaan produk farmasi. Pendirian holding tersebut dirahapkan juga bisa menurunkan impor bahan baku farmasi.


“Sinergi dari tiga BUMN yang tergabung dalam holding farmasi ini, dapat menurunkan impor bahan baku farmasi atau Active Pharmaceutical Ingredients (API) dimana saat ini lebih dari dari 90 persen bahan impor farmasi masih diimpor dari luar negeri,” kata Honesti.


Peresmian Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi ditandai dengan terbitnya surat persetujuan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai keputusan RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham Seri B milik pemerintah pada Kimia Farma dan Indofarma pada Bio Farma. 


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) nomor 76 tanggal 15 Oktober 2019 berisi penambahan penyertaan modal negara dalam modal saham perseroa PT Bio Farma. Penambahan penyertaan modal negara tersebut dilakukan dengan penyerahan saham pemerintah yang berada di Kimia Farma dan Indofarma pada Bio Farma, sebagai penyertaan penambahan modal negara.


Saham pemerintah di PT Kimia Farma yang diserahkan pada Bio Farma sebanyak 4.999.999.999 lembar saham, sementara saham Indofarma sebanyak 2.499.999.999 lembar saham. Nilai keseluruhan saham yang diserahkan menembus Rp 12.479.821.000.000.


Bio Farma sebagai Holding Company akan tetap fokus pada bisnis utamanya yakni produsen vaksin dan antisera. Bio Farma menyiapkan manajemen sendiri yang akan tetap fokus pada sektor tersebut sebagai operaion holding.


Adapun tujuan pembentukan holding tersebut untuk menciptakan efisiensi, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku. Harapannya, produk yang dihasilkan akan lebih terjangkau dana kan meningkatkan skala bisnsinya. 


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00