Mengenal Tradisi Dipatadongkon di Sulbar, Orang yang Baru Meninggal Didudukkan di Atas Kursi Sebagai Bentuk Penghormatan

Mengenal Tradisi Dipatadongkon di Sulbar, Orang yang Baru Meninggal Didudukkan di Atas Kursi Sebagai Bentuk Penghormatan

Ekel Suranta Sembiring
2020-06-01 15:05:42
Mengenal Tradisi Dipatadongkon di Sulbar, Orang yang Baru Meninggal Didudukkan di Atas Kursi Sebagai Bentuk Penghormatan
Tradisi Dipatadongkon (foto: tribunnews)

Di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), terdapat sebuah kecamatan dari Kabupaten Mamasa dikenal kaya dengan kearifan lokal, yakni Kecamatam Balla. 

Mulai dari Rambu Tuka atau pesta pernikahan sampai Rambu Solo atau pesta kedukaan. Ada satu tradisi Rambu Solo adalah tradisi dipatadongkon.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Kisah Awal Lahirnya Pancasila di Ende NTT

Tradisi ini, orang yang baru saja meninggal, disemayamkan dengan cara didudukkan di atas kursi atau dalam bahasa Mamasa, Dipatadongkon.

Biasanya, itu dilakukan sebelum jenazah dibaringkan. Paling cepat 1 malam dan paling lama 3 malam. Tergantung jumlah kerbau yang akan disembelih. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap orang yang sudah meninggal. Jenazah yang 'Dipatadongkon', biasanya hanya kepada orang tua. 

Diketahui, tradisi ini sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Balla. Namun itu tidak dilakukan kepada semua golongan masyarakat. Orang yang 'Dipatadongkon', orang tertentu saja, dilihat dari kemampuan keluarganya.

Baca Juga: Mengenal Antifa, Kelompok yang Ingin Dilabeli Teroris oleh Trump

Pada prosesi Rambu Solo ini, setelah jenazah disemayamkan di atas rumah duka selama paling kurang 3 hari, jenazah kemudian dikuburkan. Tergantung jumlah kerbau yang dipotong, kalau 1 kerbau, maksimal 5 hari jenazah di atas rumah.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00