Jakarta – Dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia kini bukan hanya menjadi persoalan lingkungan. Ancaman terhadap kesehatan masyarakat ikut mendapat perhatian.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah kasus di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 165 ribu. DPR pun mendorong Kementerian Kesehatan mengambil langkah penanganan.
Sementara itu, upaya pengendalian kebakaran masih berlangsung. BNPB melaporkan hotspot masih terpantau di enam provinsi dan operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai salah satu langkah mendukung proses pemadaman.
Penegakan hukum juga berjalan. Selain terhadap individu yang diduga terlibat, Kementerian Kehutanan telah menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan terkait karhutla, termasuk pembekuan perizinan berusaha terhadap salah satu perusahaan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karhutla memiliki dampak berlapis, mulai dari kerusakan lingkungan, kualitas udara hingga risiko kesehatan masyarakat.




