Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Sejumlah Wilayah hingga Labuan Bajo Terdampak

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Sejumlah Wilayah hingga Labuan Bajo Terdampak

MALDI
2026-08-15 13:55:00
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Sejumlah Wilayah hingga Labuan Bajo Terdampak
Sumber Foto : Istimewa

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat tersebut sempat memicu peringatan tsunami dan dirasakan di sejumlah wilayah hingga Sulawesi Selatan.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo. Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.


Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores yang merupakan sesar naik.


Meski sempat terjadi kenaikan muka air laut, hasil pemantauan terbaru BMKG menunjukkan kondisi laut telah kembali aman. Tidak lagi terpantau peningkatan muka air laut yang signifikan dan berpotensi membahayakan masyarakat di wilayah pesisir terdampak.


Dampak guncangan cukup kuat dirasakan di sejumlah daerah. Intensitas mencapai VI MMI di Wolowae dan Bajawa, yang membuat masyarakat terkejut hingga berlari keluar rumah. Sementara itu, Kota Ende, Borong, dan Ruteng mengalami guncangan dengan intensitas V MMI.


Aktivitas seismik juga masih berlanjut setelah gempa utama. Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara M3,6 hingga M6,2. Salah satu gempa susulan dilaporkan turut dirasakan masyarakat.


Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut kawasan Busur Belakang Flores memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan hingga M7,8–M7,9. Wilayah ini juga memiliki catatan sejarah gempa besar, termasuk gempa M7,5 pada 1992 yang menimbulkan kerusakan dan tsunami.


Sejumlah kerusakan dilaporkan akibat guncangan gempa kali ini. Beberapa bagian tembok rumah sederhana di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo mengalami kerusakan. Fasilitas Pelabuhan Maumere serta bangunan Hotel Jayakarta Bajo juga dilaporkan terdampak.


BMKG telah mengerahkan tim ke wilayah terdampak untuk melakukan survei dan pendataan kerusakan secara langsung. Pemantauan terhadap gempa susulan dan kondisi muka laut juga terus dilakukan secara real-time.


Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur serta tetap mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan situasi.


Share :
Tags : NTTGempa Bumi