Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan pentingnya persatuan negara-negara mayoritas Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang hingga kini belum terwujud.
Dalam forum International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, Muzani menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya persoalan politik internasional, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia menilai dunia Islam perlu terus menyuarakan penghentian konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Menurut Muzani, perang yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sipil, terutama anak-anak yang menjadi korban di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan. Karena itu, ia mengajak para pemimpin dan tokoh Muslim dunia untuk memperkuat solidaritas demi mendorong terciptanya perdamaian.
Tak hanya menyoroti isu Palestina, Muzani juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, teknologi, serta kesejahteraan masyarakat sebagai langkah menghadapi persaingan global. Ia menilai kemajuan negara-negara Muslim harus dibangun melalui penguatan sumber daya manusia dan stabilitas ekonomi.
Muzani mencontohkan Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara yang berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, kemajuan tersebut menjadi bukti bahwa negara mayoritas Muslim mampu berkembang dan bersaing di tingkat global.
Ia juga menekankan bahwa dunia Islam perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi dan kreativitas. Dengan begitu, Islam dapat semakin dikenal sebagai ajaran yang moderat, toleran, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.
Di akhir pidatonya, Muzani mengajak umat Islam di berbagai negara untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan. Baginya, keberagaman bukan penghalang, melainkan modal penting untuk memperkuat kerja sama dan mewujudkan perdamaian dunia.






