Revitalisasi Keraton Nusantara, Pameran Seni Satukan Budaya dan Semangat Zaman

Revitalisasi Keraton Nusantara, Pameran Seni Satukan Budaya dan Semangat Zaman

Dimarirenal
2026-04-27 07:50:00
Revitalisasi Keraton Nusantara, Pameran Seni Satukan Budaya dan Semangat Zaman
Sumber Foto : Istimewa

Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya keraton di tengah arus modernisasi diwujudkan melalui sebuah pameran seni bertajuk Revitalisasi Keraton Nusantara. 


Kegiatan ini digagas oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) bersama sejumlah komunitas seni seperti Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Himpunan Pelukis Jakarta (Hipta), dan Asosiasi Pelukis Nusantara (Aspen).


Berlokasi di Antara Heritage Center, pameran yang berlangsung pada 24–28 April ini menjadi ruang pertemuan antara seni, sejarah, dan kesadaran budaya.


Puluhan pelukis dari berbagai daerah ikut ambil bagian, menghadirkan karya yang menggambarkan keraton tidak hanya sebagai simbol masa lalu, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang masih relevan hingga kini.


Ketua pelaksana, Dedi Yusmen, menilai bahwa masyarakat perlahan mulai melupakan akar budaya Nusantara yang pernah menjadi pusat peradaban. 


Melalui pameran ini, ia ingin mengajak publik untuk kembali mengenali dan menghargai kearifan lokal yang telah terbukti mampu bertahan di berbagai perubahan zaman.


Sebanyak 44 seniman terlibat dalam pameran ini, masing-masing membawa perspektif unik tentang makna keraton di era modern. 


Tema revitalisasi dipilih sebagai bentuk ajakan untuk tidak sekadar mengenang, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Ketua Umum FSKN, AA Mapparessa, menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga budaya dan pemerintah dalam menjaga warisan leluhur. 


Ia juga menyoroti peran raja dan sultan sebagai figur penyejuk dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.


Lebih dari sekadar pameran seni, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara tradisi dan perkembangan zaman. 


Keraton yang sarat nilai sejarah kini dihadirkan kembali dalam perspektif baru menjadi inspirasi bagi generasi masa kini tanpa kehilangan akar budayanya.


Share :