Jakarta – Pemerintah Korea Selatan menyiapkan insentif bagi masyarakat yang melaporkan praktik percaloan tiket menjelang sejumlah acara besar, termasuk konser BTS.
Program tersebut diumumkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan sebagai bagian dari upaya menekan praktik scalping atau penjualan tiket secara ilegal dengan harga tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi, pelapor yang memberikan informasi valid akan mendapatkan sertifikat hadiah atau voucher prabayar.
Laporan Harus Sertakan Bukti Tiket
Agar bisa menerima insentif, laporan masyarakat harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis.
Pelapor diwajibkan menyertakan nomor pemesanan dan nomor kursi tiket yang diduga berasal dari praktik percaloan.
Data tersebut nantinya akan diverifikasi dengan platform penjualan tiket resmi. Jika terbukti melanggar, tiket tersebut dapat dibatalkan secara sepihak oleh penyelenggara.
Pemerintah Perketat Pengawasan
Selain menerima laporan masyarakat, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap transaksi tidak wajar.
Pemantauan akan mencakup beberapa praktik ilegal, seperti:
- Penjualan tiket dengan harga jauh di atas harga resmi
- Penggunaan bot otomatis untuk memborong tiket
- Penjualan kembali tiket di pasar barang bekas daring
Hasil pemantauan ini akan diteruskan kepada Korean National Police Agency untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pengamanan Khusus Konser BTS
Salah satu fokus utama pengawasan adalah konser BTS yang akan digelar di Gwanghwamun Square, Seoul pada 21 Maret 2026.
Sebanyak 56 petugas dijadwalkan bertugas sejak pukul 14.00 waktu setempat hingga pintu masuk acara ditutup guna menindak langsung transaksi tiket ilegal di sekitar lokasi.
Selain konser di Seoul, pengawasan juga akan dilakukan pada pertunjukan BTS di wilayah Goyang, Gyeonggi Province yang dijadwalkan berlangsung pada awal April.
Ribuan Unggahan Calo Terdeteksi
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan Korea Selatan mengidentifikasi 1.868 unggahan di berbagai platform pasar barang bekas yang menjual kembali tiket konser BTS.
Dari jumlah tersebut, empat unggahan terindikasi menawarkan sekitar 105 tiket dengan harga yang dinaikkan secara signifikan.
Kasus tersebut kini telah dilimpahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.






