Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Versi Indonesia Kini Tayang di Netflix

Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Versi Indonesia Kini Tayang di Netflix

Frida Tiara Sukmana
2026-03-01 11:00:00
Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Versi Indonesia Kini Tayang di Netflix
Versi Indonesia Shutter hadir di Netflix, ini yang bikin beda Caption/Foto: Dok. Falcon Pictures

Jakarta – Film horor Asia selalu punya tempat tersendiri di hati penonton, dan salah satu judul yang kerap disebut sebagai standar emas adalah Shutter. Dirilis pada 2004 dan disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun, film ini dikenal lewat teror psikologis yang kuat serta twist ending yang membekas.



Kini, adaptasi Indonesia dari film tersebut resmi tayang di Netflix, membawa nuansa lokal tanpa meninggalkan premis utamanya.





Mengapa Disebut Mahakarya Horor Asia?

Film ini tak sekadar mengandalkan jump scare. Kekuatan ceritanya terletak pada lapisan misteri yang perlahan terkuak dan rasa bersalah yang menjadi inti konflik.



Plot twist di bagian akhir menjadi salah satu yang paling diingat dalam sejarah horor Asia. Alih-alih sekadar mengejutkan, akhir cerita justru memberi perspektif baru terhadap seluruh adegan sebelumnya.





Elemen Fotografi yang Ikonik

Premis tentang fotografi analog menjadi identitas kuat cerita ini. Jepretan kamera, proses cuci cetak foto, hingga kemunculan bayangan misterius di lembaran hasil cetak menghadirkan ketegangan yang terasa organik.



Konsep sederhana itu justru membuat teror terasa lebih dekat dan realistis.



Baca Juga: Wednesday Season 3 Resmi Diproduksi, Winona Ryder Masuk Jajaran Pemain





Versi Indonesia: Sentuhan Lokal, Nuansa Berbeda

Adaptasi Indonesia dibintangi Vino G. Bastian, Anya Geraldine, dan Donny Alamsyah. Kehadiran mereka memberi warna baru dalam interpretasi kisah klasik ini.



Dengan pendekatan budaya dan atmosfer yang lebih dekat dengan keseharian penonton Tanah Air, versi ini mencoba mempertahankan esensi cerita sambil menghadirkan pengalaman yang relevan bagi audiens modern.



Bagi yang belum pernah menonton versi aslinya, ini bisa menjadi pintu masuk untuk memahami mengapa judul ini begitu dihormati. Sementara bagi penggemar lama, adaptasi ini menjadi ruang perbandingan yang menarik.




Share :