Lu do Magalu menjadi salah satu contoh paling sukses dari fenomena virtual influencer di dunia digital. Karakter ini diciptakan sebagai representasi brand dan sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi CGI, namun mampu membangun kedekatan dengan audiens layaknya kreator manusia.
Sebagai figur digital, Lu aktif di berbagai platform media sosial dan secara rutin membagikan konten promosi, gaya hidup, hingga kolaborasi dengan berbagai merek besar. Kehadirannya menunjukkan bahwa interaksi di dunia maya tidak lagi terbatas pada individu nyata.
Keunggulan virtual influencer terletak pada kontrol penuh terhadap citra dan pesan. Tidak ada risiko kontroversi pribadi, kesalahan spontan, atau konflik reputasi yang kerap terjadi pada influencer manusia. Semua narasi dapat dirancang secara strategis.
Namun demikian, tantangan terbesar tetap pada aspek autentisitas. Hubungan emosional yang selama ini menjadi kekuatan influencer marketing sering kali lebih kuat ketika dibangun oleh sosok manusia dengan pengalaman nyata.
Fenomena ini menandai perubahan besar dalam strategi pemasaran digital. Brand kini mulai mempertimbangkan apakah pendekatan berbasis karakter virtual dapat menjadi investasi jangka panjang.





