Awan tersebut terlihat membumbung dari area puncak gunung dan dinilai berbeda dari awan cuaca pada umumnya. Fenomena ini memicu kewaspadaan, terutama terkait aktivitas vulkanik yang masih berlangsung di gunung tersebut.
Awan yang muncul diduga berkaitan dengan hembusan material vulkanik berupa gas, abu, atau uap panas. Dalam kondisi tertentu, awan semacam ini dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah udara yang lebih luas. Meski tidak selalu menandakan erupsi besar, kemunculannya tetap perlu dipantau secara intensif.
Dari sisi keselamatan penerbangan, awan vulkanik berpotensi menimbulkan risiko serius bagi pesawat. Partikel abu halus dapat mengganggu kinerja mesin, mengurangi jarak pandang pilot, serta merusak sistem navigasi jika pesawat melintas di area terdampak. Oleh karena itu, jalur penerbangan di sekitar gunung api aktif biasanya mendapat perhatian khusus.
Otoritas terkait terus melakukan pengamatan untuk memastikan perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Pemantauan dilakukan melalui pengamatan visual maupun instrumen guna menilai intensitas aktivitas dan potensi dampaknya terhadap lingkungan sekitar, termasuk jalur udara.
Masyarakat di sekitar gunung serta pihak terkait diimbau tetap tenang namun waspada. Informasi resmi mengenai perkembangan kondisi gunung dan pengaturan penerbangan akan disampaikan sesuai kebutuhan, guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas transportasi udara.






