Menkomdigi menegaskan bahwa kecepatan transformasi digital nasional tidak dapat diukur semata dari kemajuan teknologi di kota-kota besar. Menurutnya, indikator utama keberhasilan transformasi digital adalah sejauh mana akses dan manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan tertinggal.
Ia menjelaskan bahwa pemerataan infrastruktur digital menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Ketersediaan jaringan internet yang stabil, terjangkau, dan berkualitas dinilai sebagai prasyarat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital secara optimal, mulai dari pendidikan hingga ekonomi.
Selain infrastruktur, Menkomdigi juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital. Tanpa kemampuan yang memadai dalam menggunakan teknologi, masyarakat berisiko tertinggal meskipun akses internet telah tersedia. Oleh karena itu, program edukasi dan pendampingan digital terus didorong agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara produktif dan aman.
Menkomdigi menambahkan bahwa transformasi digital yang merata berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pelaku UMKM, misalnya, dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing melalui platform digital. Dengan pemerataan akses, peluang ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menyebar ke seluruh daerah.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pemerataan transformasi digital melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya cepat, tetapi juga adil dan berkelanjutan bagi seluruh warga negara.






