Isu mengenai kondisi darurat global yang disebut akan menyebabkan listrik padam dan internet mati hingga tujuh hari ramai beredar di media sosial. Narasi tersebut memicu kekhawatiran publik karena dikaitkan dengan krisis dunia, konflik geopolitik, hingga serangan siber berskala besar. Namun, informasi yang beredar umumnya tidak disertai penjelasan teknis yang jelas dan cenderung bersifat spekulatif.
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari lembaga internasional maupun otoritas negara yang menyatakan akan terjadi pemadaman listrik dan internet secara global dalam waktu bersamaan. Sistem kelistrikan dan jaringan internet dunia tidak terpusat pada satu kendali tunggal, melainkan dikelola oleh banyak negara dan operator berbeda, sehingga pemadaman total secara serentak sangat kecil kemungkinannya.
Krisis global seperti konflik internasional, gangguan rantai pasok, atau ancaman siber memang berpotensi menimbulkan gangguan di wilayah tertentu. Namun dampaknya biasanya bersifat lokal atau regional, bukan menyeluruh. Bahkan dalam situasi darurat besar, infrastruktur penting umumnya memiliki sistem cadangan untuk mencegah lumpuh total dalam waktu lama.
Di Indonesia sendiri, sistem kelistrikan dan telekomunikasi dirancang dengan lapisan pengamanan dan distribusi terpisah antarwilayah. Meski gangguan bisa saja terjadi akibat bencana alam atau masalah teknis, pemadaman nasional dalam jangka panjang bukanlah skenario yang mudah terjadi tanpa rangkaian faktor ekstrem yang sangat jarang.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi serta memahami konteks teknis suatu isu menjadi langkah penting agar tidak terjebak kepanikan akibat kabar yang menyesatkan.






