Gibran Disebut Tak Etis, Tsamara Amany Pertanyakan Standar Etik Paslon Lain

Gibran Disebut Tak Etis, Tsamara Amany Pertanyakan Standar Etik Paslon Lain

Ajeng Conny Pradestina
2024-01-24 12:06:16
Gibran Disebut Tak Etis, Tsamara Amany Pertanyakan Standar Etik Paslon Lain
Tsamara Amany di Program Catatan Demokrasi TV One (foto: Youtube TV One)

Usai debat cawapres yang berlangsung pada Minggu, 21 Januari 2024 lalu, Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming dinilai tidak etis oleh sejumlah pihak. Hal tersebut mengundang pertanyaan dari politikus muda, Tsamara Amany.

Ketika tampil di program Catatan Demokrasi yang ditayangkan oleh stasiun TV One, Tsamara pertanyakan standar etika dari paslon lain.

“Menurut saya etis ini menarik sekali. Boleh nggak saya balik pertanyaan ini, kepada bapak-bapak yang ada disini?,” ujar Tsamara Amany.

“Jadi kemarin ketika prof Mahfud mengkritik food estate, mengkritik soal hukum, yang di mana beliau adalah Menkopulhukamnya. Beliau adalah pembantu Presiden, beliau bagian dari pemerintahan tersebut. Apakah itu etis?, imbuh Tsamara.


(foto: Youtube KPU)

Selain itu, staf khusus Menteri BUMN ini juga mempertanyakan etika dari Gus Muhaimin ketika mengkritik pemerintah sementara dirinya merupakan ketua PKB yang juga bagian dari pemerintahan.

“PKB adalah bagian dari pemerintahan saat ini, Gus Muhaimin mengkritik pemerintahan saat ini, masih menjadi bagian dari pemerintahan saat ini,” kata Tsamara.

Tsamara juga menyoroti perlakuan Tom Lembong yang mengaku membuat contekan untuk Presiden Joko Widodo padahal ketika itu ia masih menjadi Menteri dari pemerintahan Jokowi. Tak ketinggalan, Tsamara juga menyinggung Anies Baswedan yang diusung menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Prabowo Subianto namun kemudian menyerang Prabowo di debat Capres.

“Yang menolong, yang mensupport, yang menjadikan Pak Anies Gubernur DKI Jakarta namanya Bapak Prabowo Subianto. Pak Anies menyerang membabi buta Pak Prabowo pada debat pertama dan ketiga, apakah itu etis?,” tanya Tsamara. 


Share :