Berusia Lebih dari 2 Abad, Masjid Angke Jadi Simbol Keragaman Budaya dan Toleransi

Berusia Lebih dari 2 Abad, Masjid Angke Jadi Simbol Keragaman Budaya dan Toleransi

Ajeng Conny Pradestina
2023-04-18 17:45:26
Berusia Lebih dari 2 Abad, Masjid Angke Jadi Simbol Keragaman Budaya dan Toleransi
Masjid Jami Al Anwar atau Masjid Angke

Masjid Jami Al Anwar atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Angke adalah salah satu Masjid tertua di Jakarta. Masjid ini berlokasi di dalam gang sempit yang hanya bisa di lalui sepeda motor, tepatnya di Jl. Pangeran Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Diperkirakan masjid ini telah berdiri sejak tahun 1761 sehingga berusia sekitar 250 tahun, pada masa kepemimpinan Pangeran Tubagus Angke atau Pangeran Jayakarta II. Meski terbilang tua, masjid ini menyimpan banyak sejarah serta memiliki bangunan yang klasik yang menarik minat banyak wisatawan.

Baca juga: Masjid At-Thohir Los Angeles Dapat Review Positif, Erick Thohir Harap Bisa Dipakai untuk Kegiatan Ramadan

Simbol Keragaman Budaya


Bangunan Masjid Angke diketahui memiliki gaya tradisional dari berbagai budaya. Ada kultur Jawa, Bali, Arab, Tionghoa, bahkan Eropa. Selain bangunannya yang unik, masjid ini juga menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat di era kolonialisme.

"Masjid Angke ini selain jadi masjid tertua di Jakarta, juga merupakan tempat orang-orang berkumpul untuk membahas strategi perang melawan Belanda. Walaupun kawasan ini sebenarnya tidak jauh dari kawasan pemerintahan kolonial saat itu, yang ada di daerah Jakarta Kota saat ini," kata perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia Jakarta, Dwinda Nafisah

Selain itu, menurut Ketua Bidang Sejarah dan Bangunan Masjid Angke, Abyan Abdillah, masjid ini sering menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah.

"Para sejarawan dan arkeolog juga, saat restorasi (masjid) kan ngumpul di sini. Memang di sini sentral dari perkembangan Islam dari Kerajaan Demak Cirebon tadi. Makanya jangan heran nisan makam di sini tidak ada yang sama, itu menandakan tidak dari satu daerah tidak dari satu tempat, jadi perpaduan NKRI-nya kelihatan sekali," kata dia.

Wujud Toleransi Umat Beragama


Berada di kawasan pecinan, Masjid Angke juga menjadi wujud toleransi dari umat beragama. Menurut sejarah, saat terjadi tragedy pecinan di tahun 1740, tempat ini merupakan rumah yang aman bagi masyarakat etnis Tionghoa.

Ternyata, dibalik itu semua pendirian Masjid Angke memang diinisiasi oleh seorang wanita muslim asal Tionghoa yang bernama Tan Nio. Beliau adalah seorang bangsawan daro Banten yang menggunakan hartanya untuk membangun masjid. Dalam merancang masjid ini, ia dibantu oleh Syaikh Liong Tan, seorang muslim asal Tionghoa yang makamnya berada di sebelah barat masjid tersebut.

Terdapat Makam Tokoh Pejuang


Di sekitaran Masjid, terdapat sejumlah makam para tokoh pejuang Indonesia. Salah satunya adalah makam Pangeran Syarif Hamid Alkadrie dari Kesultanan Pontianak. Pada makam tertulis bahwa Pangeran Hamid meninggal dunia di tahun 1854.

Baca jugaProfil dan Biodata Nabila Abdul Rahim Bayan: Suami, Pendidikan, Umur, Menjadi Pengajar Putri Seorang Imam Masjidil Haram

Karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) Nomor 1371 Tahun 2019, Masjid Angke atau Masjid Jami Al-Anwar ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

 


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00