Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan
bahwa rasio utang BUMN turun menjadi 35 persen. Hal ini berkat komitmennya
dalam melakukan transformasi dan perbaikan kinerja di lingkungan Kementerian dan
perusahaan BUMN.
Baca juga: Miliki Kemampuan Memimpin, PAN Kalbar dan 4 DPD PAN Jateng Usulkan Erick Thohir Jadi Capres 2024
"Perbaikan kinerja BUMN tentu memiliki dampak besar
bagi masyarakat dan negara. Kalau BUMN-nya tidak sehat, bagaimana mau maksimal
berkontribusi," ujar Erick di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/7/2022).
Secara konsolidasi BUMN telah berhasil membukukan laba
bersih sebesar Rp126 triliun pada 2021. Ini merupakan peningkatan yang sangat
signifikan jika dibadingkan dengan tahun 2020 yang hanya sebesar Rp13 triliun.
Selain itu, Erick juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan
terus mendorong penurunan rasio utang BUMN.
"Alhamdulillah berkat transformasi dengan mengedepankan
proses bisnis yang baik, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), efisiensi, dan
profesional, rasio utang BUMN pada 2021 itu 35 persen atau turun empat persen
dari 2020 yang sebesar 39 persen," kata Erick.
Baca juga: Erick Thohir Targetkan Ekonomi Indonesia Masuk 4 Besar Dunia di Tahun 2045
Saat ini, Erick akan terus berupaya membuat rasio utang BUMN
semakin turun dan melakukan pemetaan agar utang BUMN digunakan sesuai dengan
kepentingan bisnis.
"Sekarang kita rapikan yang mana utang-utang produktif,
dan yang mana utang-utang yang koruptif. Yang koruptif tentu kita sikat," imbuhnya.