Bukti Nyata Dukung UMKM, Erick Thohir Lakukan Recofusing Himbara

Bukti Nyata Dukung UMKM, Erick Thohir Lakukan Recofusing Himbara

Andrico Rafly Fadjarianto
2022-07-03 15:45:00
Bukti Nyata Dukung UMKM, Erick Thohir Lakukan Recofusing Himbara
Erick Thohir Lakukan Recofusing Himbara (Foto: Istimewa)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan recofusing terhadap Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai bukuti nyata mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini Erick Thohir sampaikan ketika menghadiri acara Halalbihalal Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) di Aula Graha Sanusi Kampus Unpad, Kota Bandung, 3 Juli 2022.

Erick Thohir mengatakan BUMN berkomitmen mendukung UMKM melalui tiga hal yaitu pembiayaan, pendampingan, dan pasar. Oleh karena itu, Erick pun telah melakukan recofusing terhadap Himbara.

Baca Juga: Baru Terealisasi 20 Persen, Erick Thohir Akan Genjot Alokasi Kredit bagi UMKM

BRI Fokus Ultra Mikro dan UMKM

Erick mengatakan ketika awal dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN, BRI lebih condong ke korporasi besar daripada UMKM.

"Dulu BRI waktu pertama saya masuk itu bukan bank rakyat, tapi malah bank korporasi besar yang mana 80 persen pinjamannya untuk korporasi," ujar Erick.

Erick pun meminta jajaran direksi dan komisaris BRI mengubah fokus bisnis dengan memprioritaskan terhadap pembiayaan untuk UMKM dan rakyat. Dan kini BRI telah kembali memprioritaskan UMKM, dimana mereka telah mengembalikan proporsi pembiayaan BRI sebanyak 85 persen kepada UMKM.

"BRI berfokus kepada ultra mikro dan UMKM hingga ke pelosok negeri. Total sudah ada 2,3 juta UMKM binaan dan 14.584 klaster binaan, dan penyaluran KUR sebesar Rp 88,9 triliun," ucap Erick.

Bentuk Holding BUMN Ultra Mikro

Selain itu, Erick membentuk holding BUMN ultra mikro yang diisi BRI, Pegadaian, PNM untuk mendorong kemudahan akses permodalan UMKM dan ultra mikro.

Dalam holding ini, PNM memfasilitasi nasabah dengan pinjaman sebesar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta. Ada pula PNM plus dengan pinjaman sebesar Rp 10 juta. Kemudian, Pegadaian memberikan pinjaman dengan nominal Rp 50 juta hingga Rp 100 juta, dan BRI memberikan pinjaman di atas Rp 100 juta.

BUMN akan terus menggenjot keberpihakan terhadap UMKM, agar tolak ukur pembiayaan UMKM Indonesia yang masih 20 persen, bisa naik dan bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Erick mengatakan kontribusi KUR Himbara terhadap KUR nasional mencapai 92,4 persen atau Rp 260 triliun dari total KUR yang sebesar Rp 282 triliun.

"Sekarang kita dorong, kalau kita lihat KUR yang tahun kemarin Rp 260 triliun sekarang kita dorong ke Rp 338 triliun, artinya kita bertahap menargetkan sampai 30 persen dan terus naik ke 50 persen seperti negara tetangga," lanjut Erick.

Bank Mandiri Fokus di Korporasi dan UMKM Perkotaan

Selanjutnya, Erick menugaskan Bank Mandiri untuk menggarap korporasi dan UMKM yang ada di perkotaan. Erick memproyeksikan 73 persen penduduk Indonesia akan tinggal di wilayah perkotaan pada 2045.

Saat ini, Mandiri memiliki 18.896 total UMKM binaan di perkotaan, 13.658 UMKM Go Modern, 1.830 UMKM Go Digital 3.408 UMKM Go Online, dan jumlah outstanding kredit korporasi mencapai Rp 549,8 triliun. Bank Mandiri telah melakukan sejumlah pendekatan dengan usaha warung-warung yang ada di perkotaan.

"Saya meminta Bank Mandiri selain melakukan pendanaan pembiayaan juga ada pendampingan, supaya mereka mendapat akses makanan atau produk-produk yang akan diolah dengan kualitas yang baik dengan standar yang baik. Jangan karena keterbatasan dana mereka membeli bahan baku dengan kualitas yang rendah," sambung Erick.

BNI Fokus WNI di Luar Negeri

Lalu untuk BNI, Erick menugaskan BNI untuk fokus kepada diaspora, pekerja migran, dan ekspor. Erick menyebut saat ini terdapat 29 perusahaan diaspora UMKM binaan kantor cabang luar negeri (KCLN), 52 debitur untuk realisasi loan diaspora dengan jumlah pembiayaan 1.099 miliar dolar AS, jumlah eksportir sebanyak 312 debitur dengan Letter of Credit atau Documentary Collection.

"BNI sekarang menjadi bank internasional Indonesia yang fokus menggarap pekerja migran," ujar Erick.

BSI Fokus Pengembangan Muslimprenuer

Lalu untuk BSI, Erick meminta BSI untuk fokus pada pengembangan ekosistem muslimpreneur. Erick mengatakan saat ini sudah ada kerja sama ekonomi umat bersama 637 ponpes dengan nominal Rp 178,6 miliar, penyaluran sebesar Rp 11 miliar dalam kerja sama Pertashop dengan 36 Ponpes, ekosistem digital dengan 176 pesantren dan 3.846 masjid, serta 58 Bank Wakaf Mikro dengan total penempatan dana abadi sejumlah Rp 174 miliar.

Tak hanya itu, BUMN juga menyiapkan tempat untuk UMKM kreatif dan jenama lokal dengan memanfaatkan aset BUMN yang  tidak teroptimalisasi, seperti Pos Bloc (Pos Properti), yang bertujuan sebagai ruang kreatif yang inklusif di Jakarta, dan segera menyusul di Bandung.

"Saya percaya UMKM ini adalah detak jantung perekonomian Indonesia. Tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negara maju, jika UMKMnya tidak maju. Kita juga tidak ingin Indonesia maju tapi didominasi produk asing. Ini sudah saatnya kita betul-betul melakukan aksi nyata untuk membangun ekosistem UMKM kita," ucapnya.

Baca Juga: Bisa Bantu UMKM, Erick Thohir Minta Pengelola Bandara dan Pariwisata Utamakan Turis Lokal

Diakhir ucapannya, Erick berharap IKA Unpad dapat terus bergerak aktif bersama BUMN untuk memajukan UMKM demi Indonesia yang maju, makmur, dan mendunia.


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00