Erick Thohir Sebut Indonesia Harus Punya Roadmap dan Inovasi Untuk Maju

Erick Thohir Sebut Indonesia Harus Punya Roadmap dan Inovasi Untuk Maju

Ajeng Conny Pradestina
2022-06-21 19:56:24
Erick Thohir Sebut Indonesia Harus Punya Roadmap dan Inovasi Untuk Maju
Menteri BUMN Erick Thohir (foto: dok. BUMN)

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Indonesia harus memiliki roadmap dan inovasi agar dapat maju dan tidak tertinggal dari negara lain. Selain itu, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa Indonesia sering kali tidak memiliki komitmen jangka panjang sehingga tertinggal di berbagai bidang.

Salah satu permasalahannya adalah terkait aerospace. Hal tersebut diungkap Erick saat mengisi kuliah umum di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa, 21 Juni 2022. Untuk itu, pihaknya mengambil langkah di industri pertahanan bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Supaya industri pertahanan kita ini jangan punya roadmap pertahun, harus roadmap 10 tahun, supaya industrinya bisa diturunkan," ujar Erick Thohir.

Hal tersebut juga berlaku di industri digital. Menurut Erick, potensi industry ini di Indonesia cukup besar dan perlu dimanfaatkan. Di sisi lain, sektor logistik diakui Erick juga masih tertinggal. Ini tercermin dari biaya logistik yang berlaku di Indonesia.

"Kita hari ini baru bicara memperbaiki biaya logistik kita yang termahal di dunia, dengan 23 persen dibansingkan negara-negara lain (sebesar) 12 persen (dari total biaya)," ucapnya.

Baca juga: Dampak Digitalisasi, Erick Thohir Bocorkan 9 Bidang Pekerjaan Yang Bakal Lenyap 2030

Pembangunan Infrastruktur


Menurut Erick, untuk menekan biaya logistik perlu dilakukan pembangunan infrastruktur meskipun dengan itu ia mendapat sentilan negatif.

"Dengan membangun jalan tol, airport, pelabuhan, itu pun di marah-marahin, katanya utang terus," kata Erick.

Jika melihat ke negara lain seperti Korea Selatan yang gencar membangun infrastruktur sejak tahun 1960-an. Maka hasilnya negara tersebut cukup baik ekonominya saat ini.

"Padahal korea (selatan) di tahun 60-an membangun infrastrukturnya pada saat korea (selatan) baru selesai perang, itu 50 persen anggarannya buat infrastruktur. Jadilah korea hari ini," imbuhnya.

Pentingnya Penyeimbang Pasar


Sebelumnya, Erick Thohir juga menegaskan bahwa pentingnya BUMN menjadi penyeimbang pasar sebagai bagian dari transformasi BUMN. Hal tersebut dilakukan dengan mengikis kesenjangan dan meningkatkan keseimbangan, perekonomian akan dapat bergerak maju.

"Artinya keseimbangan. Tidak mungkin ekonomi kita tumbuh kalau tidak rukun dan tidak ada keseimbangan, itu lah fungsi intervensi dari BUMN," ujar Erick saat bertemu dengan para pengusaha se-Jatim, Indonesia Link, di Royal Tulip Darmo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/6/2022).

Kini, dua hal yang menjadi fokus Erick dalam mewujudkan keseimbangan melalui pendanaan dan pendampingan. Untuk itu, ia telah memetakan fokus masing-masing bank BUMN agar tak lagi saling bersaing memperebutkan sektor pembiayaan korporasi besar dan melupakan UMKM.

"Perbankan kita fokuskan. Dulu, BNI, BRI, Mandiri, semua rebutan korporasi, semua bikin kartu kredit, buat apa, akhirnya terjadi kesenjangan, yang kecil tidak merasa diurusi dan yang besar selalu disalahkan," ucap Erick.

Baca juga: Bocorkan Prinsip Hidupnya, Erick Thohir: Kepintaran Tanpa AKHLAK Adalah Tipu Daya

Pembagian Fokus Himbara


Menteri BUMN Erick menugaskan Bank Mandiri fokus pada korporasi, BRI menggarap pasar UMKM, dan BNI menjadi bank internasional yang berorientasi ekspor produk Indonesia.

"BRI waktu saya datang (menjabat Menteri BUMN) 80 persen pinjaman korporasi besar, tidak bisa. BRI harus fokus merajut UMKM. Kita gabungkan BRI, PNM, Pegadaian. Kemarin rights issue BRI Rp 96 triliun terbesar di Asia Tenggara, nomor dua di Asia, dan nomor tujuh dunia. Artinya tidak hanya pakai modal pemerintah tapi lewat aksi korporasi yang dipercaya market," ucap Erick Thohir.

Lebih lanjut, Erick menyebut fokus model bisnis akan menguatkan kinerja BUMN yang pada akhirnya berdampak baik untuk ekosistem ekonomi nasional.

"BUMN juga harus seimbang, korporasinya mesti untung supaya dapat intervensi. Kalau BUMN tidak sehat dan rugi, bagaimana bisa mendorong dan intervensi. Alhamdulillah, dengan transformasi kita dapat menggenjot laba bersih BUMN secara konsolidasi dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 126 triliun pada 2021," imbuhnya.


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00