Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Pondok Pesantren Nurul
Islam (Nuris) di Desa Jabon Tegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto,
Jumat (17/6/2022) malam. Dalam kesempatan itu, Erick meresmikan gedung olahraga
dan peletakan batu pertama trensains Ponpes Nuris.
Kedatangan Erick disambut oleh Pengasuh Ponpes Nurul Islam
KH Ahmad Siddiq, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Wakil Bupati Muhammad Al
Barra serta Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar.
Baca juga: Kelompok Petani di Banyuwangi Deklarasi Dukung Erick Thohir Maju di Pilpres 2024
Memasuki area pondok pesantren, Erick juga disambut oleh
santri yang membawa poster "Erick Thohir Otw RI 1" serta teriakan “Presiden!”.
Menurut KH Ahmad Siddiq, Erick adalah bagian dari santri Indonesia yang dapat
membawa Indonesia menjadi lebih maju dan bermartabat.
"Indonesia akan lebih maju, lebih bermartabat menjadi
negara yang disegani bilamana dipimpin santri. Bapak Erick Thohir ini bagian
dari santri," kata KH Ahmad Siddiq.
Erick Thohir juga dipercaya menjadi dewan pembina Majelis
Sholawat At-Thohiriyah dan akan ada di 17 kabupaten di Jawa Timur. Dalam
sambutannya, ia mengingatkan pondasi utama negara Indonesia yakni Pancasila
sebagai pemersatu perbedaan.
"Indonesia telah mempunyai pondasi ideologi yakni
Pancasila, NKRI. Padahal saat Covid, kita membuktikan justru dengan perbedaan,
kita bisa bergotong-royong menanggulangi covid secara bersama-sama," ujar
Erick Thohir.
Selain itu, Erick menyampaikan keinginannya untuk membangun
ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia. Sebagai negara dengan
mayoritas penduduk muslim, Indonesia masih kalah soal industri halal dari
negara mayoritas non muslim.
Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Umat
"Kami sampai hari ini walaupun umat Muslim terbesar dunia,
pada kenyataannya tidak masuk 10 besar industri halal dunia. Yang masuk
Amerika, Taiwan dan Brazil. Siapa yang salah? Tidak perlu saling menyalahkan,
yang ada kita harus instrospeksi diri sebagai umat dan harus menggulirkan yang
namanya ekonomi syariah," pungkasnya.