Media Sosial kembali dihebohkan dengan meninggalnya seorang mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta ketika menjadi salah satu peserta pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa).
Bahkan, kata Menwa kembali menjadi trending kembali di Twitter karena kembali memakan korban jiwa. Berikut inilah krononologi mahasiswa UPN Veteran Jakarta meninggal dunia saat ikuti pembaretan menwa.
Kegiatan Tidak Mendapat Izin
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPNVJ, Ria Maria Theresa mengatakan bahwa kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa) tersebut tidak mendapat izin dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta (UPNVJ)k
"Pembaretan yang diikuti almarhumah tidak mendapatkan izin dari pihak kampus," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPNVJ, Ria Maria Theresa dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (30/11/2021).
Kronologi Mahasiwa UPN Meninggal Dunia Saat Mengikuti Pembaretan Menwa
Adapun kronologi meninggalnya Lala menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPNVJ, Ria Maria Theresa yakni Lala saat itu sempat mengikuti long march yang menjadi salah satu agenda kegiatan pembaretan Menwa. Dimana Etape I long march berjarak tiga kilometer dan mendapatkan dua kali istirahat masing-masing selama lima menit.
"Kronologi yang kami terima, medan untuk long march masih jalur landai. Pada pukul 13.45 WIB, saat menuju pemberhentian kedua etape 1, almarhumah terlihat kelelahan dan akhirnya panitia memutuskan menaikannya ke dalam ambulans," kata Ria.
Kemudian setelah mendapatkan penanganan medis, Lala sempat kembali bergabung ke rombongan. Dia kembali mengikuti perjalanan setelah mengaku kondisi kesehatan sudah membaik.
"Pukul 14.45 WIB, setelah istirahat di etape 1, perjalanan dilanjutkan menuju etape II di Masjid Quba dengan jarak 3,1 kilometer. Pukul 15.30, kira-kira berjarak dua kilometer dari etape 1, almarhumah mengalami kram kaki kirinya. Panitia memutuskan membawa almarhumah dengan ambulans menuju etape II," ungakap Ria.
Namun, saat itulah kondisi fisik Lala semakin lemah. Kemudian dia kembali mendapat penanganan dengan diberikan oksigen karena mengeluh sesak napas. Saat itu Lala dibawa ke lokasi pembaretan yang menjadi lokasi akhir long march.
Namun, setelah kondisi kesehatan dia kian memburuk dan dibawa ke Rumah Sakit EMC Sentul. Kala itu ambulans yang membawa Lala terjebak macet di kawasan Sentul. Ambulans kemudian berputar arah menuju perjalanan ke Rumah Sakit Ciawi, tetapi juga macet. Setelah tiba di Rumah Sakit Ciawi, Lala kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.07 WIB.
"Setelah mendengar kabar meninggal, pembina Menwa UPNVJ segera berangkat ke Rumah Sakit Ciawi untuk membawa almarhumah ke rumah keluarga di Palmerah, Jakarta Barat. Dimakamkan di Sragen, Jawa Tengah," kata Ria.
Korban Meninggal Dirumah Sakit dan Keluarga Tolak Dilakukan Autopsi
Adapun Fauziyah Nabilah Luthfi (Lala) diketahui sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Namun atas hal tersebutm kihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah.